Hukum & Kriminal

Sebelum Meninggal, Korban Miras Oplosan Mengeluh Panas di Dada

Pemakaman korban miras oplosan di Malang.

Malang (beritajatim.com) – Tiga orang meninggal dunia dalam pesta miras saat melakukan bersih-bersih lokasi pundenisekitar makam Mojolangu sebagai persiapan bersih desa 1 Suro, Sabtu, (14/9/2019). Sebanyak 9 orang lainnya kini sedang dalam perawatan intensif tim medis di rumah sakit.

Salah satu korban meninggal dunia adalah seorang kakek berusia 60 tahun, Warnu, warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 01 RW 09. Dia meninggal dunia pada Selasa (17/9/2019). Jenazahnya telah dimakamkan di TPU setempat.

Sucipto keponakan dari Warnu mengatakan, setelah pesta miras, kondisi pamannya drop. Dia hanya tidur saja sebelum mendapat perawatan. Sakit yang dikeluhkan oleh Warnu adalah panas di bagian dada. Dikatakan Sucipto, warga yang turut menenggak miras oplosan itu cukup banyak.

“Paman ini tidur saja setelah tasyakuran bersih desa, acaranya kan Minggu, Sabtu Malam itu bersih-bersih. Yang dikeluhkan bagian dada, panas, kalau muntah tidak. Apakah sering minum-minum saya tidak tahu. Yang minum orang, banyak. Soal kabar dioplos juga tidak tahu. Saya tidak datang,” kata Sucipto.

Sucipto mengungkapkan, hampir setiap kegiatan bersih desa sebelumnya warga meminun-minuman keras. Namun, peristiwa hingga membuat nyawa meregang baru kali ini terjadi. Dia menyebut miras dibeli oleh warga bukan termasuk konsumsi dari panitia bersih desa.

“Kalau ada acara sering minum-minum, iya. Tapi baru kali ini ada kejadian. Tiga orang meninggal dunia, Yang dua orang belum menikah. Minuman keras itu beli sendiri bukan dari panitia,” tandasnya.

Sementara itu, tiga orang yang menjadi korban meninggal dunia adalah, Agus (36) warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 03 RW 09 dia meninggal pada Minggu, (15/9/2019). Korban meninggal kedua adalah, Afarizal, (25) Jalan Simpang Candi Panggung RT 04 RW 09 dia meninggal dunia pada Senin, (16/9/2019). Korban ketiga meninggal dunia adalah, Warnu, (60) Jalan Simpang Candi Panggung RT 01 RW 09.

Sedangkan sembilan korban dalam perawatan di rumah sakit adalah Wahyu warga Jalan Simpang Candi Panggung gang ll no 1B RT 01/09, Cipto warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 04/09, Agung warga Jalan simpang candi panggung RT 02/09, Nanda warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 02/09.

Ajor warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 04/09, Bejo, jalan Simpang Candi Panggung RT 04/09, Putra warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 01/09, Seva warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 02/09, Kiki warga Jalan Simpang Candi Panggung RT 02/09.

Berdasarkan informasi Beritajatim.com di lapangan, para korban meninggal dunia diduga akibat minum minuman oplosan jenis arak yang dicampur dengan bahan lainnya. Korban yang menjalani perawatan mengeluh sakit dada, sesak nafas dan mengalami kebutaan mata dan sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Sementara dilokasi kejadian tidak ditemukan barang barang sisa minuman. Diduga setelah minum-minuman tersebut oleh korban sudah dibersihkan, karena di lokasi akan digunakan untuk ruwatan dalam rangka bersih desa. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar