Hukum & Kriminal

Sebelum Beli, Tersangka Aborsi di Mojokerto Diberikan Tata Cara Minum Obat Penggugur Kandungan

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis pengungkapan kasus aborsi di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tersangka Nungki Merinda Sari (26) mengaku membeli obat penggugur kandungan, Cytotec melalui media sosial Facebook (medsos FB). Sebelum membeli, tersangka diberikan arahan tata cara untuk meminum obat penggugur kandungan.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, tersangka Zulmi Auliya (21) warga Desa/Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten memberikan arahan kepada tersangka bagaimana meminum obat tersebut. “Setelah deal, tersangka N kemudian mentransfer Rp1,5 juta,” ungkapnya, Senin (8/3/2021).

Hari pertama sesuai anjuran tersangka, lanjut Kapolres, tersangka Nungki minum satu butir Cytotec. Di hari kedua, tersangka kembali minum satu obat dan satu obat masuk di kemaluan tersangka kemudian pada, sore hari kembali minum satu dan dimasukan ke kemaluan tersangka.

“Dan hari itu juga, zigot (janin) keluar. Dari hasil pengembangan tersangka Zulmi mendapatkan obat tersebut dari tersangka ketiga yakni Muhammad Ardian Rachmad. Ardian menjual obat tersebut ke Zulmi dengan harga Rp500 ribu dengan keuntungan Rp300 ribu per strip isi 10 butir dan dikembangkan ke tersangka ke empat,” katanya.

Tersangka keempat, Rohman (39) warga Kelurahan Palmeriah, Kecamatan Matraman, Jakarta menjual ke tersangka Ardian dengan harga Rp200 ribu. Hingga mengembang dan petugas melakukan penangkapan tersangka ke lima Suparno, tersangka ke enam Supardi dan tersangka ke tujuh Ernawati.

“Sementara Dianus Pioman merupakan pemasok atau import obat-obatan tersebut saat ini masih dalam pencarian dan masuk dalam DPO. Ini merupakan sindikat menjual belian obat-obatan menggugurkan kandungan Jawa-Sumatera. Kami akan melakukannya pengungkapan tersangka utama,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar