Hukum & Kriminal

Sebar Hoaks Surat Suara Beracun, Warga Sumenep Diringkus Polisi

Sumenep (beritajatim.com) – Moh. Sucipto (34), warga Jl. Urip Sumoharjo, Kecamatan Kota Sumenep diringkus aparat Polres setempat karena diduga telah menyebar konten hoaks melalui akun Facebook miliknya.

“Tersangka menyebarkan berita bohong melalui akun FB M. Sucipto. Tersangka diringkus di rumahnya,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (9/7/2019).

Tersangka mendapatkan berita bohong tersebut dari grup whatsapp dengan nama grup ‘Eksekulator’. Sucipto dengan sengaja memposting berita bohong tersebut melalui akun FB miliknya ke grup FB ‘Sumenep baru’. “Tersangka memposting berita tanpa berdasarkan fakta itu bertujuan agar semua orang bisa membaca postingan tersebut,” ungkap Widiarti.

Postingan tersangka yang memuat berita bohong itu adalah:

1. Saya mohon dari relawan 02 ada yang mengambil sampling surat suara dari beberapa daerah untuk dibawa ke Lab, karena kemungkinan besar racun ada di kertas suara. Itu sebabnya kenapa kebanyakan yang meninggal orang yang berhari-hari kerja menghitung surat suara.Sedang yg hanya 1 hari di TPS mereka aman. 

Racun Syaraf VX (nama IUPAC: 0-ethyl S- 2-(diisopropylamino ethyl methylphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun. VX berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang mampu mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf dalam perang kimia. Sepuluh milligram (0,00035 oz) cukup untuk membunuh manusia melalui kontak pada kulit, dan median dosis letal untuk jalur inhalasi diperkirakan sekitar 30-50 mg-min/m3. Sebagai sebuah senjata kimia, VX digolongkan sebagai senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction, WMD) sesuai dengan Resolusi DK PBB 687. 

Produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram (3,53 oz) per tahun dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian hanya untuk keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil tunggal, jumlah yang diperbolehkan tidak melebihi 10 kilogram /22 lbl per tahun per fasilitas.

2. Petugas KPPS mati karena diracun! Masalah racun PKI jadinya dari dulu PKI suka menebrkan racun buat membunuh pribumi! Kita harus waspada. Kenapa pemerintah bungkam ya jelas karena mereka yg nyuruh dari golongannya.

Dasar rezim PKI.

“Tersangka dijerat Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” terang Widiarti. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar