Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Satu lagi Pelaku Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Mojokerto Diamankan

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto kembali mengamankan satu lagi pelaku persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur. Korban tak lain adalah korban yang sama yang dilakukan sopir warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yang sudah diamankan sebelumnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, korban adalah siswi Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto yang menjadi korban persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh dua pelaku.

“Satu pelaku sudah diamankan yakni SI (21) warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yang berprofesi sebagai sopir. Pelaku kedua, kita amankan Rabu kemarin di rumah kontrakan pelaku di Dusun Ngagrok, Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Senin (20/12/2021).

Pelaku yakni DA (28) warga Kabupaten Blitar. Pelaku merupakan karyawan swasta yang kontrak di Dusun Ngagrok, Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Aksi bejat pelaku dilakukan pada, Jumat (19/11/2021) sekira pukul 19.30 WIB di rumah kontrakan milik pelaku.

“Modusnya, pelaku mengajak korban ke rumah kontrakan dan melakukan persetubuhan dan pencabulan. Pelaku memaksa korban, namun korban menolak dan sempat menangkis tangan terlapor. Pelaku mengajak korban saat berangkat mengaji dan janjian bertemu, korban dibonceng naik sepeda motor ke arah rumah kontrakan pelaku,” katanya.

Kasat menambahkan, saat korban minta diantar pulang, korban diantar pulang oleh pelaku diturunkan di tempat janjian ketemuan. Pelaku diamankan di rumah kontrakan di Dusun Ngagrok, Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada, Rabu (15/12/2021). Pelaku diamankan di Mapolres Mojokerto.

Pelaku dijerat Pasal 81 ayat ( 1 ) ( 2 ) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 76D Jo pasal 81 ayat (1) (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 82 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar