Hukum & Kriminal

Satreskoba Sidoarjo, Buru 1 Dapat 3 Tersangka Narkoba

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sekali berburu, anggota Satreskoba Polresta Sidoarjo berhasil menangkap bandar dan pengedar berbagai jenis narkoba dan obat-obatan terlarang sekaligus dengan penggunanya.

Mulanya akan berniat menangkap Ade Riyanto (26) salah seorang pengedar. Namun saat ditangkap, ternyata di rumahnya juga ada tersangka lainnya.

“Mulanya kami akan menangkap Ade warga Desa Sidomojo, RT 3 RW 1 Kecamatan Krian. Ternyata di rumah Ade ada Tri Achmad Tauchid alias Tokek serta Wawan. Mereka satu jaringan,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo, AKP Muhammad Indra Najib, Jumat (19/7/2019).

Dalam penangkapan empat polisi yang petugas berpakaian preman mendatangi rumah Ade di Desa Sidomojo, RT 3 RW 1 Kecamatan Krian. Petugas yang datang membawa surat perintah penangkapan.

Ade yang saat itu baru saja pulang tak bisa berkutik saat ditangkap bersama dua orang pemuda tersebut. Polisi juga melakukan penggeledahan di dalam dan luar rumah.

“Hasilnya kami menemukan banyak sekali narkoba dan obat-obatan terlarang dalam jumlah yang cukup besar,” sebutnya.

BB Narkoba dari Tersangka Ade, Tokek dan Wawan

Lebih lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Ngawi itu menjelaskan, barang bukti yang ditemukan berupa 10 bungkus sabu seberat 14,52 gram. Selain itu ada juga 7.580 butir Pil Double L warna putih.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan 7 bungkus koran isi daun, batang dan biji Ganja seberat 41,05 gram, 3 bungkus plastik isi daun batang dan biji ganja dengan seberat 7,74 gram serta 12 batang rokok ganja lintingan.

“Di TKP kami juga menyita timbangan elektrik warna silver, kantong-kantong plastik klip, kotak dan kaleng penyimpanan, potongan-potongan sedotan plastik serta ponsel tersangka,” kata Indra.

Dari pengakuan Tokek diketahui bahwa dialah yang membeli barang-barang haram itu dari seorang bandar bernama Rozak. “Saya yang bertransaksi, tapi uangnya dari Ade,” imbuh pemuda 25 tahun asal Desa Jeruk Gamping Kecamatan Krian itu.

Sedangkan Wawan adalah konsumen atau pemakai pil Double L yang dibelinya dari Tokek dan Ade. “Mereka bertiga satu jaringan,” pungkas dia. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar