Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Satpol PP Kota Mojokerto Dipukulin Oknum TNI Berlanjut ke Proses Hukum

Kuasa Hukum korban, Muhammad Sholeh.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum TNI berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Angga Ardian berlanjut ke proses hukum.

Bahkan korban akan berkirim surat ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Panglima TNI Marsekal Hadir Tjahjanto.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum korban, Muhammad Sholeh. “Besok kami akan berkirim surat kepada Presiden dan Panglima TNI, kepada Menpan RB, kepada KSAL (Kepala Staf TNI AL) untuk meminta perlindungan hukum terkait kasusnya Angga ini. Kalau nanti Angga sudah merasa sehat, ya nanti kita laporan,” ungkapnya, Senin (25/10/2021).

Sholeh mengancam akan melaporkan perkara tersebut ke Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). Pasalnya dalam kasus tersebut korban berniat menolong bukan menabrak.

Masih kata Sholeh, kalaupun memang kliennya dituduh menabrak dan dituding melakukan tindak pidana, harusnya oknum tersebut lapor ke kepolisian bukan malah main hakim sendiri.

“Makanya saya tegaskan kepada Angga (korban), jangan sampai mencabut laporannya. Sebab kasus ini harus ada tindak lanjut, bahwa orang biasa, pejabat atau apapun itu tidak boleh main hakim sendiri dan tidak boleh melakukan kekerasan. Memang sudah ada penandatangan perdamaian, cuma bagi saya perdamaian dalam tindak pidana itu tidak menghapus tindak pidananya,” katanya.

Sehingga Sholeh sampaikan kepada korban agar tidak boleh mencabut laporannya. Sholeh berharap, apa yang dilakukan korban mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Daerah dan Pusat karena saat kejadian korban sedang bertugas tepatnya di pos jaga pintu masuk Kantor Wali Kota Mojokerto.

“Kasus ini kalau dicabut maka tidak akan ada pelajaran kepada oknum pelakunya. Karena bisa saja orang lain akan meniru untuk melakukan aksi main hakim sendiri. Jangan sampai setelah pulang ke rumah dan kembali beraktivitas, Angga mendapatkan tekanan dari orang-orang yang merasa tidak nyaman terhadap laporannya. Makanya kita perlu meminta perlindungan hukum itu,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan dilakukan oleh seorang oknum TNI berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) menggugah simpati sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN). Oknum tersebut diduga menganiaya anggota Satpol PP Kota Mojokerto yang sedang berjaga di pos jaga pintu masuk Kantor Wali Kota Mojokerto pada, Jumat (22/10/2021). [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar