Hukum & Kriminal

Satpam Perumahan Elit di Keputih Surabaya Adu Jotos dengan Polisi, Ini Penyebabnya

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com)– Moch Erfan Saputro (26) satpam perumahan elite Surabaya Timur ini terlibat perlawanan dan adu jotos dengan 3 polisi, Selasa (14/7/2020) ketika hendak ditangkap petugas Sateskrim Polsek Sukolilo Surabaya.

Erfan akhirnya tak berkutik dan menyerah diringkus polisi di tempat persembunyiannya.

Pelaku yang sempat melawan petugas saat dilakukan penangkapan di Jalan Keputih Tegal Timur I ini diduga karena membawa barang haram. Benar barang bukti sabu ditemukan usai pelaku berhasil di dilumpuhkan.

Kapolsek Sukolilo AKP Subiyantana mengatakan, penangkapan seorang satpam perumahan elit ini dikarenakan pelaku melawan saat petugas menangkap bandar sabu.

“Anggota dihalangi Moch Erfan Saputro dan terjadi adu jotos. Hasil pemeriksaan terhadap bandar sabu, didapat keterangan bahwa Moch Erfan Saputro terlibat jaringan peredaran narkoba, sehingga langsung kita kejar satpam ini,” jelasnya kepada beritajatim.com, Rabu (29/7/2020).

“Bahkan satpam ini sempat kabur usai kami ringkus sang bandar. Anggota yang  mengantongi identitasnya pun langsung mencari pelaku. Alhamdulillah tak lama, kami berhasil menciduk satpam yang melawan tersebut,” lanjut AKP Subiyantana.

: Pelaku Erfan Saputro (26) satpam perumahan elit yang melawan polisi saat hendak diamankan di Keputih, Surabaya, Selasa (14/7/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Zainul Abidin menegaskan,  Moch Erfan juga terlibat peredaran narkoba. Bahkan dalam penggeledahan di badan satpam ini petugas mengamankan barang bukti sabu 1,20 gram. Paku menyimpan barnag haram di saku celananya layaknya permen saja.

“Jadi oknum satpam ini satu jaringan dengan tersangka yang kami amankan sebelumnya. Dia juga diduga menjadi pengedar karena menyimpan sabu cukup banyak di saku celananya,” ungkapnya.

Iptu Zainul Abidin menyebut ada dua bandar yakni Mat Soleh dan Samsul yang saat ini ditetapkan sebagai DPO selaku penyuplai barang. “Disana terdapat dua bandar beda jaringan, saat ini kami masih melakukan pengejaran,” pungkasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas menjerat tersangka dengam pasal 114ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotikan dengan ancaman pidana selama 20 tahun penjara. (man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar