Hukum & Kriminal

Satlantas Polres Mojokerto Gencar Tandai Jalan Berlubang

Mojokerto (beritajatim.com) – Banyaknya jalan berlubang di Jalur By Pass Mojokerto, tak sedikit menyebabkan korban jiwa. Satlantas Polres Mojokerto gencar melakukan penandaan jalan berlubang dengan tujuan pengendara mengetahui ada lubang saat melintas.

Pilox berwarna putih menjadi penanda jika jalan yang dilalui pengendara tersebut berlubang. Dengan penandaan tersebut diharapkan pengendara lebih berhati-hati lagi saat melintas di jalan raya.

Meski saat ini, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya tengah melakukan penambalan jalan berlubang di wilayah hukum Polres Mojokerto. Namun petugas dari Satlantas Polres Mojokerto gencar melakukan penandaan jalan berlubang.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Randy Asdar membenarkan, jika jalur di wilayah hukum Polres Mojokerto terutama di Jalur By Pass banyak ditemui jalan berlubang. “Hal ini memang sangat, sangat rawan terjadinya kecelakaan lalu-lintas,” ungkapnya, Selasa (19/1/2021).

Masih kata Kasat, BBPJN VIII Surabaya saat ini tengah melakukan tambal sulam di jalan berlubang yang ada di wilayah hukum Polres Mojokerto. Selain faktor sarana dan prasarana, human error juga menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya.

“Untuk itu agar pengendara mematuhi etika dalam berlalu-lintas dan aspek kendaraan agar selalu diperhatikan. Seperti cara berkendara, memotong dari sebelah kiri. Karena beberapa kasus kecelakaan lalu-lintas terjadi karena memotong dari sebelah kiri,” katanya.

Saat memotong dari sebelah kiri, sepeda motor oleng dan pengendara terlindas kendaraan lawan. Sehingga himbauan tersebut disampaikan tidak hanya kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto saja karena jalur By Pass juga dilintasi masyarakat dari luar Kabupaten Mojokerto.

BBPJN VIII Surabaya mencatat, ada sekitar 300 jalan berlubang di sepanjang jalan di wilayah hukum Polres Mojokerto yang belum dilakukan penambalan. Saat ini, tiga tim dari BBPJN VIII Surabaya turun untuk melakukan penambalan jalan mulai dari By Pass Krian di Kabupaten Sidoarjo hingga Kertosono di Kabupaten Nganjuk.

Sementara data Satlantas Polres Mojokerto menyebutkan, selama tiga bulan terakhir jumlah kecelakaan di Jalur By Pass sebanyak 32 kasus. Di Jalur By Pass Trowulan sebanyak 15 kasus dengan korban meninggal sebanyak lima orang dan korban luka ringan sebanyak 12 orang. Di Jalur By Pass Sooko ada sebanyak 11 kasus.

Dengan korban meninggal sebanyak dua orang dan korban luka ringan sebanyak 11 orang. Di Jalur By Pass Mojoanyar ada sebanyak empat kasus, nihil korban meninggal dan korban luka ringan sebanyak tiga orang. Sementara di Jalur By Pass Puri sebanyak dua kasus, korban meninggal nihil dan korban luka ringan sebanyak tiga orang. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar