Hukum & Kriminal

Satgas Waspada Investasi Tindak 444 Investasi Bodong

Kediri (beritajatim.com) – Satgas Waspada Investasi menyatakan telah menghentikan 444 entitas berbahaya sepanjang tahun 2019 ini. Kegiatan usaha tanpa izin tersebut memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbalan hasil yang sangat tidak dan tidak wajar.

Ketua Satgas Wasapada Investasi, Tongam Lumban Tobing menyatakan, dari ratusan investasi bodong yang dihentikan didominasi oleh perdagangan forex.

“Kami menghentikan investasi ilegal sebanyak 444. Kebanyakan di perdagangan forex yang tidak ada izin yang melakukan kegiatan di Indonesia. Mereka menawarkan bunga sangat tinggi bisa 1 persen per hari tanpa risiko,” kata Tongam Lumban Tobing dalam Media Update OJK Kediri, di Hotel Bukit Daun Kediri, Selasa (17/12/2019).

Peringkat kedua ditempati oleh kegiatan usaha multi level marketing dengan menjual barang yang tidak dibutuhkan oleh masyarakat. Orang dituntut untuk merekut member baru dengan skema piramida yang bertentangan dengan undang-undang perdagangan .

Entitas ketiga yang dihentikan adalah money game. Dimana, masyarakat diminta untuk menabung di suatu tempat dengan iming-iming bunga 10 hingga 30 persen per bulan. Satgas Waspada Investasi memotret terjadinya peningkatan penawaran-perawaran tersebut sepanjang tahun ini.

“Intinya, 2019 ini adalah penawaran tersebut semakin meningkat dan di sisi lain masyarakat sudah semakin teredukasi, sehingga korban bisa lebih dikurangi karena ada pengetahuan masyarakat tentang investasi ilega,” katanya.

Masih kata tongam, selama 10 tahun terakhir tercatat kerugian masyarakat dari investasi bodong hingga Rp 88,8 triliun. Kerugian ini diketahui dari kasus yang masuk ke proses hukum.

Sementara potensi kerugian lain yang belum dilaporkan ditengarai jauh lebih banyak. Tragisnya, dari jumlah kerugian tersebut proses pengembangan uang masyarakat tidak lebih dari 15 persen, karena pelaku umumnya telah menghabiskan asetnya dalam waktu singkat .

Satgas waspada investasi mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam menerima tawaran investasi yang menggiurkan. Pihaknya meminta agar melakukan pengecekan terlebih dahulu legalitas badan hukum dan produk yang ditawarkan serta melihat rasionalitas keuntungan yang ditawarkan. [nng/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar