Hukum & Kriminal, Olahraga

Satgas Anti Mafia Bola Jilid II, Ini Kata Manajer Madura FC

Manajer Madura FC, Januar Herwanto. Foto: Temmy

Sumenep (beritajam.com) – Manajer Madura FC, Januar Herwanto merespon positif Satgas anti mafia bola jilid II yang mulai bekerja.

“Poinnya mereka harus menuntaskan perkara jilid I, yakni kasus Vigit Waluyo dan Hidayat, yang sampai saat ini belum selesai,” katanya, Rabu (14/08/2019).

Satgas anti mafia bola jilid II ini membetuk 13 wilayah sub satgas yang meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua.

“Bagi saya, dengan adanya sub satgas di wilayah provinsi itu perlu diapresiasi. Seperti ‘oase’ di tengah hiruk pikuknya ‘match fixing’,” ujar Januar.

Menurutnya, praktek ‘match fixing’ atau pengaturan skor justru rawan terjadi di Liga 2 dan Liga 3, karena minim tayangan live.

“Di liga 1 yang hampir selalu live saja bisa terjadi, apalagi di Liga 2 dan 3. Karena itu, saya berharap agar satgas anti mafia bola jilid II ini mampu meluluhlantakkan ‘match fixing’,” ucapnya.

Vigit (mantan pemilik PS Mojokerto Putra) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyuapan kepada Dwi Irianto alias Mbah Putih (mantan anggota Komite Disiplin PSSI) untuk memuluskan langkah PS Mojokerto Putra lolos ke Liga 1. Vigit juga diduga sebagai dalang dalam pengaturan skor di Liga 2.

Sedangkan Hidayat, mantan anggota Komite Executif PSSI ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan percobaan pemyuapan kepada Madura FC agar mengalah dari PSS Sleman di babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2018. Hidayat menjanjikan uang sebesar Rp 100 juta hingga Rp 150 juta sebagai imbalan. Hidayat juga mengancam akan ‘membayar’ pemain Madura FC agar mengalah. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar