Hukum & Kriminal

Sarung Tertinggal saat Curi Kotak Amal, Rosyadi Tak Berkutik

Pelaku saat digelandang ke Polsek Sidoarjo Kota.

Sidoarjo (beritajatim.com) – Unit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota meringkus Rosyadi (28) warga asal Dusun Tondowulan RT 2 RW 6, Desa Banjar Kenjen, Kecamatan Pandaan, Pasuruan. Dia diketahui mencuri kotak amal di Musholla Al Ijtihad, Jl Kwadengan No 28, Kecamatan Sidoarjo.

Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Rochsulullah mengatakan, penangkapan pelaku yang indekost di kawasan Kwadengan Timur RT 1 RW 1 itu bermula dari laporan masyarakat sekitar. Setelah dilakukan penyelidikan terhadap para saksi, akhirnya Rosyadi berhasil diamankan di kosnya.

“Ada barang bukti yang ditinggal tersangka yaitu sebuah sarung. Nah, setelah kami periksa saksi-saksi, ternyata ada yang mengenali kepemilikan sarung tersebut. Apalagi aksi pelaku juga terekam CCTV yang dipasang di masjid tersebut,” ucap Rochsul, Selasa (8/1/2019).

Dia menjelaskan, hasil rekaman CCTV itu, Rosyadi menggunakan sarung sebagai penutup kepala ala Ninja dan memasuki area musala serta langsung menuju tempat kotak amal yang berada di pintu musala sebelah selatan.

“Kotak amal itu dibawa ke tempat wudlu, kemudian pelaku mencongkel dengan kubut dan menguras uang dalam kotak amal itu,” terang dia.

Pelaku yang setiap hari bekerja sebagai polisi cepek itu mengambil uang di dalam kotak amal tersebut sebanyak Rp 280 ribu. Namun, saat pihaknya melakukan penyelidikan, uang dalam kotak amal tersebut tersisa Rp 80 ribu. “Pengakuan si pelaku, uang tersebut untuk keperluan sehari-hari. Karena kerjaan si pelaku serabutan,” ungkap Rochsul.

Dikatakan Rochsul, pelaku sengaja menggunakan sarung sebagai penutup wajah karena dia sudah tahu kalau kawasan musala itu terpasang CCTV. “Pelaku tahu kalau di musala terpasang CCTV, makanya dia pakai sarung untuk menutupi wajahnya,” tukasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terpaksa mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Sidoarjo dan dijerat pasal 363 terkait tindak pidana pencurian. “Pelaku dijerat pasal 363 dan diancam kurungan penjara maksimal 5 tahun penjara,” tegasnya. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar