Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Saroja Laporkan Dugaan Korupsi Bansos Jasmas Kediri Rp 28 M ke Kejaksaan

ktivis LSM Sahabat Boro Jarakan atau Saroja melaporkan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) DPRD Kota Kediri ke Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Kediri (beritajatim.com) – Aktivis LSM Sahabat Boro Jarakan atau Saroja melaporkan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) DPRD Kota Kediri ke Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Saroja menemukan dugaan belasan kelompok masyarakat (pokmas) fiktif dalam bansos jasmas itu.

Dewan Pengawas LSM Saroja Supriyo mengatakan Bansos Jasmas yang dilaporkan pada tahun anggaran 2018 dan 2019 sebesar Rp 28 miliar. Pihak LSM Saroja menyerahkan berkas laporan itu secara langsung kepada Kepala Kejari Kota Kediri Novika Muzairah Rauf SH.

“Kami telah menyerahkan data satu pokmas dengan 15 alat bukti. Kami masih punya ribuan bukti lainnya,” kata Supriyo.

Dana Bansos Jasmas dikelola oleh anggota DPRD. Anggaran itu kemudian disalurkan kepada masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Supriyo menambahkan dana Bansos Jasmas telah dijadikan bancaan melalui 228 kelompok masyarakat (pokmas) penerima bantuan.

Bahkan, dari hasil pemeriksaan sementara dari 228 pokmas, ternyata 15 di antaranya merupakan pokmas fiktif. “Ada indikasi pokmas digeber dalam tempo 2 minggu,” jelasnya.

Supriyo berharap, terungkapnya dugaan korupsi Bansos Jasmas anggaran DPRD Kota Kediri sebesar Rp 28 miliar akan menjadi hadiah besar bagi masyarakat Kota Kediri. “Kami akan kejar terus karena ini memang uang rakyat,” tandasnya.

Masih katanya, banyak modus dalam dugaan korupsi Bansos Jasmas yang dilakukan oknum anggota dewan. Salah satunya, melakukan penyunatan nilai bantuan tidak sesuai dengan anggaran yang telah dicairkan.

“Ada pokmas yang menerima Rp 150 juta, setelah dicairkan dari Bank Jatim hanya diberikan Rp 10 juta dan disuruh pulang. Sehingga Rp 140 juta uangnya melayang,” jelasnya.

Dengan demikian, Supriyo berharap dengan diusutnya dugaan korupsi Bansos Jasmas diharapkan dapat mencegah kejadian yang sama menjelang Pemilu 2024. Karena dugaan penyalahgunaan Bansos Jasmas selalu terulang secara masif setiap menjelang Pemilu.

Menerima laporan dari masyarakat, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Novika Muzairah Rauf menegaskan, akan menindaklanjutinya. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Saroja yang sudah banyak melakukan kontrol sosial terkait beberapa kasus korupsi yang ada di Kota Kediri,” tegas Kajari Kota Kediri.

Di tempat yang lain, Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri Harry Rachmad menyatakan, dari perkumpulan Saroja menyerahkan pengaduan lagi terkait bansos DPRD Kota Kediri. Selanjutnya, pihaknya akan mempelajari aduan tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Saya belum membaca secara detail, karena baru saya terima hari ini. Nanti akan saya teliti dan pelajari. Tentunya laporan tersebut segera kita tindaklanjuti,” tutup Kasi Intelijen. [nm/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar