Hukum & Kriminal

Sanksi Pidana Pelanggar Protokol Kesehatan di Bojonegoro Disidangkan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro kali pertama menyidangkan tindak pidana ringan (Tipiring) kepada sebanyak 35 terdakwa karena tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Mereka yang disidangkan merupakan hasil dari operasi yustisi gabungan dari anggota Kepolisian, TNI, Dishub dan Satpol PP Pemkab Bojonegoro.

Dalam sidang tipiring itu, para pelanggar dihadirkan di persidangan untuk mendengarkan langsung putusan majelis hakim. Sidang pertama yang digelar kemarin, Hakim PN Bojonegoro, Ainun Arifin memutus para terdakwa dengan denda uang sebesar Rp75 ribu.

Vonis diberikan majelis hakim karena para terdakwa melanggar Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur nomor 2 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Sebelum memvonis para terdakwa, majelis hakim juga membacakan hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Hal yang meringankan diantaranya para terdakwa mengaku menyesal dan belum pernah dihukum sebelumnya. Sedangkan hal yang memberatkan, para terdakwa bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Para pelanggar ini apabila didapati melanggar lagi, maka akan kami sanksi denda Rp100 ribu. Uang denda tersebut selanjutnya akan disetor ke kas daerah,” ujar Humas Pengadilan Negeri Bojonegoro, Isdaryanto, Jumat (18/9/2020).

Sidang tipiring pertaama tentang penegakan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19 digelar dengan cara konvensional dengan menghadirkan terdakwa ke ruang persidangan. Selain itu, nantinya juga akan dilakukan secara video conference dan sidang di tempat. Video cenference dilakukan dengan koordinasi melalui polsek setempat. Sedangkan untuk sidang di tempat lbih bersifat insidental dan malam hari.

Sementara Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP Ismawati mengatakan, operasi yustisi ini akan terus dilakukan dengan harapan, adanya pemberlakuan sanksi bagi para pelanggar ini masyarakat sadar untuk kebaikan bersama dengan saling melindungi.

“Tujuannya agar mereka tidak mengulangi dan terus membiasakan diri menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Mereka harus terbiasa menjaga kesehatan agar penyebaran Covid-19 tidak terjadi kepada diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar,” tegasnya. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar