Hukum & Kriminal

Sandi ‘Baju Biru’,  Dua Kurir Narkoba Ini Terima Upah Rp 160 Juta

Surabaya (beritajatim.com) – Holil bin Bagong dan Dedy Irawan alias Ambon bin M. Malik, dua kurir 8 kilo sabu-sabu ini menggunakan kata sandi “baju biru” saat melakukan aksi terlarang. Tak hanya itu, keduanya juga mendapat upah Rp 20 juta tiap kilo gram barang yang berhasil mereka antar ke tujuan.

Hal itu terungkap saat keduanya menjalani sidang secara online di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Furkon Adi Hermawan, dua kurir sabu tersebut melakukan perbuatannya pada 5 Januari 2021. Dimana terdakwa mendapat telepon dari Rubai alias Brekele (DPO) agar terdakwa Holil dan Dedy mau menerima kiriman sabu yang dikirim dari Kualanamu, Medan.

Keduanya dijanjikan upah senilai Rp 20 juta per kilogram sabu- sabu setiap yang diantar. Kemudian Holil dan Dedy diperintah agar berangkat pada Kamis 14 Januari 2021 menuju ke Kualanamu, Medan dengan melalui jalur darat.

“Lalu Holil dan Dedy sepakat dan berangkat menuju ke Kualanamu, Medan dengan mengajak saksi Moh Ariyansa lalu terdakwa Holil menghubungi saksi M. Rusli untuk menyewa satu unit mobil,” kata JPU Furkon.

Kemudian para terdakwa bersama saksi Moh. Ariyansa sepakat berangkat ke Medan pada Kamis pukul 20.00 dengan menggunakan dua unit mobil dan mereka janjian bertemu di pinggir jalan depan Bakso Solo Jalan Kapas Krampung,  Surabaya.

Setelah itu, Holil, Dedy, dan Moh Ariyansa, berangkat terlebih dahulu menuju Medan melalui Jalan Tol Surabaya – Mojokerto (Sumo) menggunakan Suzuki Ertiga bernopol W 1392 M. Sedangkan M. Rusli masih menunggu satu mobil lainnya untuk dipakai berangkat ke Medan.

“Para Terdakwa meminta M. Rusli agar menyusul dan ditunggu di rest area Tol Sumo. Sesampainya di rest area, Rusli menggunakan mobil Suzuki Ertiga bernopol L 1705 RZ. Lalu para terdakwa meminta Rusli dan Ariyansa mengawal proses pengiriman sabu-sabu pesanan Rubai,” ujar Jaksa dalam dakwaannya.

Selanjutnya, Rusli dan Ariyansa pun sepakat. Mereka berangkat melalui tol menuju ke Medan. Awal perjalanan selama tiga hari pun berjalan mulus. Mereka sampai di sebuah hotel di kawasan Sumatera Utara.

Setelah itu pada tanggal 21 Januari 2021, mereka diberi kata sandi oleh Rubai dengan ucapan kata ‘Baju Biru’. “Setelah itu mereka menuju lokasi yang telah ditentukan oleh Rubai agar menemui seseorang.

“ Sesampainya di lokasi tujuan mereka dihampiri seseorang dan diminta mengucapkan kata sandinya. Kemudian terdakwa menerima delapan bungkus The Guanyingwang warna hijau yang berisi sabu- sabu seberat 8,3 kilogram,” papar JPU.

Selanjutnya mereka berempat pergi menuju ke Surabaya secara beriring-iringan. Setibanya di kawasan Surabaya aksi para kurir sabu itu ketahuan anggota Kepolisian Polrestabes Surabaya. Mereka pun diamankan berserta barang bukti mobil dan 8,3 kilogram sabu yang ada di dalam bungkus The Guanyingwang warna hijau.

Sementara itu terdakwa Holil dan Dedy membenarkan surat dakwaan JPU di ruang sidang. Mereka mengaku akan diberi upah Rp 20 juta per kilogram setelah berhasil mengirim sabu-sabu tersebut. “Betul pak,” aku Holil dan Dedy. [uci/ted]

 



Apa Reaksi Anda?

Komentar