Hukum & Kriminal

Sambut Tahun Baru 2021, Warga Diminta di Rumah Saja, Petugas Siap Bubarkan Kerumunan

petugas saat melakukan razia protokol kesehatan

Surabaya (beritajatim.com) – Menyambut Tahun Baru 2021 tak akan sama seperti pesta Tahun Baru 2020 atau sebelumnya. Kerumunan, keramaian dan pesta kembang api dipastikan tiada. Pandemi virus Corona membuat kebiasaan berkerumun untuk bercanda, bernostalgia bersama rekan atau semua orang melihat pesta kembang api menjadi tiada.

Penyebaran melalui udara dan perantara barang yang terkontaminasi, membuat masyarakat harus taat protokol kesehatan karena pandemi belum berlalu.

Untuk itu, guna menghindari adanya klaster Tahun Baru 2021, Polri, TNI dan Pemkot Surabaya atau Tiga Pilar akan patroli. “Tahun Baru 2021 Gak boleh ada kerumunan kaitan perayaan tahun baru. Rayakan sendiri di rumah dengan merefleksi diri. Apabila ada kerumunan maka akan kita bubarkan,” tegas
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo kepada beritajatjm.com, Rabu (16/12/2020).

Lebih lanjut, lulusan Akpol 2000 ini juga menjelaskan, selain menerjunkan personil dari Polrestabes sendiri, Kota Surabaya juga akan dikerahkan personil polsek dan bantuan dari Polda Jatim. Bahkan, jika melihat warga yang berjalan berkelompok, nantinya akan diminta pulang atau membubarkan diri. “Polrestabes dapat bantuan dari Polda dan seluruh Polsek akan siaga patroli wilayah bersama TNI dan pemkot,” lanjutnya.

Tak berbeda jauh, Polres KP3 Tanjung Perak juga turun andil menjaga dan mencegah adanya kerumunan saat Tahun Baru 2021 ini. Bahkan, kawasan Suramadu dan Kenjeran jadi sorotan polisi menjelang malam pergantian tahun. Terlebih di bawah Jembatan Suramadu.

Seperti yang disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, kawasan tersebut merupakan titik-titik yang kerap menjadi tujuan warga dalam merayakan malam pergantian tahun. Pihaknya mengimbau warga untuk merayakan malam pergantian tahun di rumah saja. Sebab saat ini masih pandemi Covid-19.

“Kita akan siaga dan menjaga Suroboyo, agar masyarakat tidak bereuforia dalam perayaan tahun baru. Sementara saat ini rayakan dengan keluarga saja di rumah itu intinya. Yang penting doa. Nanti jika kondisinya normal kembali bisa dilakukan seperti semula. Saat ini kita prihatin dulu,” kata Ganis, Rabu (16/12/2020).

Ganis menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan sosialisasi kepada pengelola tempat hiburan atau wisata, agar tidak ada euforia di malam pergantian tahun. Agar tidak terjadi kerumunan.

Menurutnya, petugas Tiga Pilar akan membubarkan warga jika terjadi kerumunan saat malam pergantian tahun di bawah Jembatan Suramadu. Pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk mengumpulkan tokoh masyarakat agar tidak bergerombol dalam perayaan tahun baru.

“Kita antisipasi juga mereka yang tidak menggunakan masker, protokol kesehatan. Karena di bawah Jembatan Suramadu itu juga harus kita antisipasi. Perayaan tahun baru saat ini mungkin di rumah saja,” imbuhnya.

Ganis memastikan pihaknya bersama polres lainnya, TNI serta Gugus Tugas Covid-19 Kota dan Provinsi, akan menjalankan patroli skala besar saat malam pergantian tahun.(man/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar