Hukum & Kriminal

Salah Terima Uang Transfer, Eksepsi Ardi Ditolak Hakim PN Surabaya

Ardi pratama Penerima uang salah transfer

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai I Made Purnami menolak eksepsi yang diajukan Ardi Pratama, terdakwa kasus salah transfer senilai 51 juta oleh Bank BCA KCP Citraland.

Hakim menyatakan bahwa eksepsi yang diajukan terdakwa melalui penasehat hukumnya telah memasuki pokok perkara.

“Menyatakan eksepsi dari terdakwa Ardi Pratama tidak dapat diterima. Memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangannya pada sidang selanjutnya,” ujarnya saat membacakan putusan sela di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/3/2021).

Sementara Penasehat hukum terdakwa, yakni Hendrik Kurniawan mengatakan dirinya sudah menduga bahwa eksepsinya akan ditolak. Namun, pihaknya tetap mematuhi proses hukum.

“Langkah selanjutkan kami akan mengajukan penangguhan tahanan, sebab kliennya adalah tulang punggung keluarga, dan pihak keluarga sebagai penjamin,”kata Hendri Kurniawan usai persidangan.

Diketahui, pegawai bank BCA melakukan salah taranfer ke rekening Ardi Pratama warga Surabaya  sebesar Rp 51 juta.

Dalam 2 hari, uang itu oleh Ardi Dipindah ke rekening lain sebesar 31 juta dan untuk membeli kebutuhan rumah.

Ardi akhirnya  dilaporkan oleh pihak pegawai BCA, dan dinyatakan memenuhi  tindak pidana penggelapan.

Dan pada sidang eksepsi, Ardi menyatakan ia sengaja memakai uang itu, karena ia mengira uang tersebut adalah hasil dari komisi penjualan mobil, karena Ardi bekerja sebagai makelar jual beli mobil. Dia sudah ada upaya mengembalikan uang dengan cara dicicil setiap bulan, namun ditolak bank. [uci/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar