Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

SAKTI Kecam Kasus Penganiayaan Advokat Matthew

Pengurus SAKTI saat konferensi pers.

Surabaya (beritajatim.com) – Menyikapi penganiayaan yang dialami oleh advokat magang Matthew Gladden beberapa waktu lalu, Pengurus Shooting Club Advokat Indonesia (SAKTI) mengecam tindakan premanisme tersebut. Selain mengecam, SAKTI juga menuntut kepolisian untuk segera menangkap pelaku penganiayaan.

Di depan awak media, Aulia Rahman, Ketua Umum SAKTI mengatakan jika pihaknya menuntut agar kepolisian segera menangani kasus tersebut. Menurutnya, dalam menjalankan tugasnya, Advokat diberi hak imunitas sebagai penegak hukum.

“Kami mengecam dan mendesak polisi untuk segera menangkap terduga pelaku. Aksi-aksi kekerasan harusnya sudah tidak terjadi,” ujarnya, Jumat (24/06/2022).

Aulia menambahkan, dirinya menerima informasi jika perkara Matthew yang sebelumnya dilaporkan ke Polda Jatim telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya. Namun, ia menyayangkan hingga seminggu pasca surat pemberitahuan pelimpahan perkara dikeluarkan Polda Jatim, berkas perkara belum diterima oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

“Kami menerima informasi jika berkas belum diterima oleh Polrestabes Surabaya. Ada apa ini? Jangan sampai gegara kasus ini, kepercayaan praktisi hukum menurun kepada aparat kepolisian,” imbuhnya.

Sementara itu, Arief Syahrul Alam, penasehat Sakti menilai belum diterimanya pelimpahan penanganan kasus tersebut kepada pihak Polrestabes Surabaya merupakan hal yang tidak wajar.

“Biasanya untuk pelimpahan perkara atau disposisi dari Polda ke daerah membutuhkan waktu paling cepat dua hari atau seminggu paling lambat,” ungkapnya.

Sekretaris SAKTI Sigit Nurcahyo juga menyesalkan belum diterimanya pelimpahan kasus penganiayaan tersebut oleh Polrestabes Surabaya.

“Sesuai pesan Kapolri dalam program presisi, jangan sampai hukum di negeri ini runcing ke bawah dan tumpul ke atas. Karena itu, kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tandasnya. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar