Hukum & Kriminal

Sabu yang Diselipkan dalam Kulit Kardus ke Rutan Ponorogo Seberat 2,78 Gram

Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Deni Fahrudianto(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Barang kristal putih dalam 4 plastik klip yang rencananya diselundupkan ke rutan kelas 2B Ponorogo dipastikan narkoba dengan jenis sabu. Hal tersebut berdasarkan dari hasil laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim. Ya seusai pengamanan barang bukti, Satuan Reserse Narkoba Polres Ponorogo langsung melakukan uji terhadap barang yang ditemukan di kulit kardus oleh petugas rutan.

“Hasil dari uji lab itu membenarkan bahwa barang kristal putih adalah narkoba jenis sabu,” kata Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Deni Fahrudianto, Rabu (31/3/2021).

Dari 4 plastik sabu itu, berat semuanya sebanyak 2,78 gram. Dengan estimasi harga 1 gramnya Rp 1 juta berarti, barang haram itu senilai Rp 2,7 juta. Menurut data pengiriman yang masuk, pengirin dari Surabaya. “Pengirim namanya siapa, ini kami masih dalam penyelidikan,” katanya.

Indikasinya barang haram itu akan dipakai olehq salah satu warga binaan (wabin) yang berinisial FK. Menurut keterangan FK, barang tersebut rencananya akan dipakai sendiri. Tidak semudah itu percaya, satuan reserse narkoba Polres Ponorogo berkoordinasi dengan petugas rutan, melakukan penggeledahan di blok yang ditempati oleh FK. Namun, hasilnya nihil, tidak ditemukan barang lainnya atau alat untuk penggunaan sabu tersebut. “Kami geledah di blok tempat FK tidur, tetapi tidak ditemukan barang haram atau alat-alatnya. Jadi katanya mau dipakai sendiri,” katanya.

FK sendiri sebelumnya juga terjerat kasus narkoba, vonis hakim kala itu hanya 4 tahun. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan FK, petugas menjerat FK dengan pasal 112 dan 114 nomor 35 tentang narkotika. Sehingga FK diancam hukuman paling lama 12 tahun. “Di dalam penjara, FK ini belum jera, maka kami jerat dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Rutan kelas 2B Ponorogo kembali berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam rutan. Berbeda dengan modus penyelundupan sebelumnya, dimana dimasukkan dalam botol sampo, kali ini pengedar memasukkannya ke dalam kulit kardus.

Aksi penyelundupan itu terbongkar pada Senin (29/3) kemarin. Berawal dari salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial FK, mendapat kiriman paket berupa makanan. FK mengaku bahwa makanan yang dibungkus kardus itu berasal dari kerabatnya di Surabaya. “Jadi dia memanfaatkan kurir ekspedisi, sehingga kami tidak bertemu langsung dengan pengirim,” Karutan kelas 2B Ponorogo Arya Galung, Selasa (30/3/2021) (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar