Hukum & Kriminal

Sabu-Sabu Diduga Asal Malaysia Dikonsumsi Dua Warga Probolinggo

Probolinggo (beritajatim.com) – Dua pemuda pengguna sabu-sabu, yakni LH (25), warga Pohsangit Tengah, Kabupaten Probolinggo, dan FR (25), warga Wonoasri, Kuripan, Kabupaten Probolinggo diamankan Satuan Nakoba Polres Probolinggo Kota, Minggu (19/4/2020) lalu.

Dalam press rilis polres setempat, Kamis (23/4/2020) siang, mereka ditangkap di sebuah rumah indekos Jl. AA Maramis, Kelurahan Kanigaran, Kota Probolinggo, sekitar pukul 20:00 WIB.

“Kita sudah kantongi nama pengedar sabu.Tinggal kita kembangkan,” ujar Kasat Narkoba Polres Probolinggo Kota, AKP. Harsono.

Dari tangan tersangka, lanjut Harsono, ikut diamankan satu paket sabu-sabu tersisa seberat 0,72 gram. Satu buah alat hisap sabu-sabu (bong), satu buah korek api, dua buah sedotan, dan sebuah handphone warna putih.

“Awalnya mendapat laporan dari warga jika indekos tersebut sering digunakan sebagai tempat nyabu. Setelah kami lidik, ternyata benar. Dan kita tangkap keduanya dengan sisa sabu-sabu yang sudah dipakai sebelumnya,” urai Harsono.

Sementara itu, pengakuan LH, dan FR, baru sekali menggunakan sabu-sabu. Keduanya berdalih, nyabu karena frustasi tidak bisa bekerja akibat pandemi corona.

“Saya jenuh. Usai pakai sabu-sabu saya main game bersama FR,” terang FH, dibenarkan FR. FH sendiri tercatat sebagai buruh sebuah pabrik. Sementara FR, bekerja sebagai karyawan bagian penagihan sebuah koperasi di berkantor di Kabupaten Probolinggo. “Kami beli satu paket sabu-sabu sebesar Rp 800 ribu. Sebelum habis kami pakai, kami ditangkap duluan,” terang FR.

Terpisah, Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Priyambadha menyebut, aktivitas peredaran narkotika di Jawa Timur terbilang meningkat. Dari data yang berhasil diungkap tim pemberantasan BNNP Jawa Timur ada kenaikan 100 persen lebih jumlah barang bukti yang disita dari tahun 2018.

Jika tahun 2018, jumlah barang bukti yang berhasil disita petugas sekitar 26 kilogram narkotika jenis sabu maka di tahun 2019 hingga November lalu sudah ada sekitar 53 kilogram lebih sabu yang disita.

“Semua itu akan diedarkan di Jawa Timur,” kata Bambang.

Lebih lanjut, Bambang, mengatakan jika sabu yang masuk ke wilayah Jawa Timur, kebanyakan kiriman bandar asal Sumatera, dan barang yang didapat adalah sabu yang masuk dari Malaysia. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar