Hukum & Kriminal

Lewat Program Asimilasi

Rutan Medaeng Bebaskan 311 Tahanan

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng Ahmad Nur Dukha

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 311 tahanan atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ada di Rutan Klas I Medeng telah mendapatkan hak bebas melalui program Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng Ahmad Nur Dukha menyatakan jumlah 311 tersebut adalah total dari satu bulan sejak program asimilasi ini bergulir, yakni pada 1 April 2020. “Untuk sebulan ini yakni mulai 1 April – 1 Mei 2020, total ada 311 tahanan yang sudah bebas. Mereka masuk program asimilasi,” ujar Dukha, Jumat (1/5/2020).

Dukha mengungkapkan, penambahan jumlah tahanan yang dibebaskan tersebut berdasarkan putusan dari PN Surabaya dan ada BA17 dari Kejaksaan. “Sementara yang bebas adalah data napi yang lengkap surat-suratnya yang bisa di-asimilasi. Nanti kalau pihak PN mengirim putusan dan dieksekusi sama kejaksaan maka akan bertambah,” bebernya.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono menyatakan jajarannya telah melakukan tindak lanjut atas Pemenkumham yang ditandangani oleh Menkumham Yasonna Laoly pada 31 Maret 2020 itu. Krismono menuturkan, data yang ada masih bersifat sementara. Karena, proses pemberian hak asimilasi dan integrasi terkait Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020.

Pria yang menjabat di Jatim sejak awal 2020 itu menekankan pentingnya program tersebut. Saat ini, seluruh lapas/rutan di Jatim dihuni 29.618 WBP atau mengalami overkapasitas penghuni sebesar 132 persen. Hal inilah yang membuat lapas/rutan menjadi tempat yang rawan dalam penyebaran virus SARS-COV2.

Untuk itu, Krismono menegaskan akan terus memperhatikan dan melakukan pemantauan untuk memastikan proses pelayanan berjalan dengan baik. Sehingga, seluruh WBP bisa terhindar dari wabah COVID-19 ini. “Alhamdulillah sampai saat ini, tidak ada WBP yang menjadi ODP, PDP maupun positif COVID-19,” tutup Krismono. [uci/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar