Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Rutan Banjarsari Cerme Gresik Usulkan 412 Napi Terima Remisi Kemerdekaan

Gresik (beritajatim.com) – Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Banjarsari Cerme, Gresik, mengusulkan sebanyak 412 narapidana mendapatkan remisi dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada HUT ke 74 Kemerdekaan RI.

Kepala Rutan Kelas IIB Banjarsari Cerme Gresik, Mahendra Sulaksana mengatakan, ke- 412 narapidana yang diusulkan menerima remisi itu telah memenuhi ketentuan.

“Antara lain yang bersangkutan menjalani masa hukuman minimal di atas enam bulan, dan berkelakuan baik selama menjalani masa penjara di Rutan Klas IIB Banjarsari Cerme,” katanya, Jumat (16/08/2019).

Selama narapidana tersebut memenuhi syarat yang telah ditetapkan, maka yang bersangkutan layak diusulkan untuk mendapatkan pengurangan masa penjara.

Adapun 412 narapidana yang diusulkan. Rinciannya, remisi umum ada 391 orang, dan 21 orang yang mendapat remisi langsung bebas. Kendati masih menunggu SK dari Kementrian Hukum dan HAM.

“SK dari Kemenkum HAM memang belum turun. Jumlah narapidana yang diusulkan memang ada 412 orang,” ujar Mahendra.

Sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan serta Keputusan Presiden RI nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, warga binaan yang berhak mengajukan remisi yang sudah menjalani tahanan minimal 6 bulan penjara, dan berkelakuan baik selama berada di dalam penjara.

Ada lima jenis remisi, sebagaimana diatur dalam yang diatur dalam Pasal 34 Peraturan Pemerintah nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, yakni remisi umum, remisi umum susulan, remisi khusus, remisi khusus susulan, dan remisi tambahan.

Remisi Umum diberikan pada hari peringatan kemerdekaan RI, 17 Agustus dan Remisi Umum Susulan diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang pada tanggal 17 Agustus telah menjalani masa penahanan paling singkat 6 (enam) bulann dan belum menerima putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Remisi khusus diberikan pada hari besar keagamaan yang dianut oleh narapidana dan anak pidana yang bersangkutan.

Sedangkan Remisi Khusus Susulan diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang pada hari besar keagamaan sesuai dengan agama yang dianutnya telah menjalani masa penahanan paling singkat 6 (enam) bulan dan belum menerima putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Adapun yang dimaksud dengan Remisi Tambahan, yakni kedua remisi di atas dapat ditambah apabila narapidana atau anak pidana yang bersangkutan selama menjalani pidana berbuat jasa kepada negara, melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara atau kemanusiaan dan melakukan perbuatan yang membantu kegiatan pembinaan di lembaga pemasyarakatan. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar