Hukum & Kriminal

Rumah Orang Tua Bupati Probolinggo yang Sederhana di Ponorogo

Rumah sederhana milik orang tua bupati Tantri di Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya Hasan Aminudin sedang tersandung kasus korupsi terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada tahun 2021. Tantri, sapaan karib bupati PTS, ternyata bukan asli Probolinggo. Bupati perempuan yang memilik wakil bupati bernama Timbul Prihanjoko itu merupakan asli Ponorogo.

Menurut penelusuran beritajatim.com, Bupati Tantri dulu mengenyam pendidikan dari SD hingga SMA di Ponorogo. Rumah orangtua Tantri berada di Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo, atau berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota.

“Seingat saya Mbak Tantri dulu pernah sekolah SD di Gelangkulon dan di Kecamatan Ngrayun, tempat asal ibunya,” kata Kepala Desa Gelangkulon Surono, Selasa (31/8/2021).

Surono mengaku dirinya tidak memahami masa kecilnya Bupati Probolinggo itu. Sebab, saat itu dirinya juga masih kecil. Dia hanya sebatas tahu jika Tantri memang pernah di Gelangkulon.

“Sejarah pendidikannya saya kurang paham. Tahunya waktu SMP dan SMA, Mbak Tantri bersekolah di Ponorogo,” katanya.

Selama menjadi Bupati Probolinggo dan menjadi istri dari Hasan Aminudin, kata Surono, yang bersangkutan datang ke Gelangkulon tidak lebih 4-5 kali. Di rumah orang tuanya yang sederhana itu, Bupati Tantri cuma singgah antara 1-3 jam.

“Kalau kesini tidak menggelar acara. Disini cuma singgah jam-jaman saja dan itupun lingkungan tidak banyak yang tahu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 22 tersangka sekaligus, dalam kasus dugaan korupsi terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021. Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin juga menjadi tersangka dalam kasus ini.

“KPK menetapkan 22 orang tersangka. 18 tersangka sebagai Pemberi (suap) merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Empat tersangka sebagai penerima,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dini hari tadi.

Dia memaparkan para tersangka pemberi yang merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Probolinggo adalah SO (Sumarto) AW (Ali Wafa), MW (Mawardi), MU (Mashudi), MI (Maliha), MB (Mohammad Bambang), MH (Masruhen), AW (Abdul Wafi), KO (Kho’im), AS (Ahkmad Saifullah), JL (Jaelani), UR (Uhar), NH (Nurul Hadi), NUH (Nuruh Huda), HS (Hasan), SR (Sahir), SO (Sugito), dan SD (Samsuddin). Empat tersangka sebagai penerima suap adalah HA (Hasan Aminudin), PTS (Puput Tantriana Sari), DK (Doddy Kurniawan), dan MR (Muhamad Ridwan).

“Para Tersangka sebagai Pemberi SO dkk disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dan sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkapnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar