Hukum & Kriminal

Rumah Dibobol Maling, Uang Rp 35 Juta Amblas

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kawanan pencurian dengan pemberatan melakukan aksi di Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Aksi ini ditengarai dilakukan oleh dua orang di rumah milik Gusnudin, Minggu (7/4/2019).

Sejumlah uang dilaporkan raib dalam peristiwa itu. Diduga, pencuri masuk rumah melalui pintu belakang.
“Saat kejadian korban bersama dengan istri mengantarkan anaknya ke pondok Blokagung. Rumah dalam keadaan kosong dan dikunci,” kata Kapolsek Cluring, Iptu Bejo Madreas, Kamis (11/4/2019).

“Sekira pukul 20.30 wib korban pulang dari Blokagung dan melihat pintu kamar dalam keadaan terbuka. Pintu almari yang ada di kamar tidurnya terbuka bekas karena tercongkel. Uang kurang lebih sebesar Rp 35 juta amblas,” sambungnya.

Selain uang, kata Kapolsek Bejo, sebuah handphone merk nokia milik korban di atas tempat tidur juga hilang dibawa maling. “Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 36 juta lebih,” ungkapnya.

Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan seorang pelaku yang berasal dari Surabaya.

“Unit Reskrim Polsek Cluring melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Adi Irwanto. Dia diinterograsi mengaku telah melakukan pencurian di rumah korban bersama dengan MAT (DPO),” imbuh Kanit Reskrim Polsek Cluring, Ipda Sadimun.

Dari hasil ungkap itu, lanjut Sadimun, pelaku juga menceritakan aksinya. “Dia masuk rumah dengan cara memanjat tembok belakang, selanjutnya mencongkel pintu belakang. Namun tidak bisa, kemudian Mat naik ke atas (atap) dan membuka genteng. Mereka masuk lewat plapon dan mengambil uang yang ada di dalam kamar korban. Caranya, mencongkel pintu almari menggunakan obeng. Sedangkan pelaku Adi Irwanto menunggu di luar rumah utuk berjaga jaga melihat jika korban pulang,” katanya.

Aksi keduanya terbilang rapi dan kompak. “Selanjutnya tidak lama kemudian Mat memanggil pelaku Adi Irwanto untuk meminta bantuan keluar dengan menggunakan tangga. Memanjat pagar tembok. Setelah di luar Adi Irwanto diberi uang satu bendel sebesar Rp 10 juta dan sebuah handphone merk Nokia dan kemudian berpisah,” ujarnya.

Lalu, kata Sadimun, menurut palaku sisa uang hasil pencurian dibawa kabur oleh pelaku lain yang masih buron. “Uang bagian pelaku yang tertangkap digunakan untuk main perempuan, membeli gelang dan cincin emas, serta membayar hutang. Juga membeli baju dan celana serta untuk foya-foya,” katanya.

Selain Adi Irwanto, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, gergaji gagang terbakar, sandal sebelah kiri dalam keadaan putus, dosbok hanphone merek Nokia dan obeng.

“Yang disita, ada gelang emas berat 6,950 gram beserta suratnya, cincin enam berat 2,400 gram, Uang Rp 30 ribu, baju warna biru dan celana pendek jenis jean warna abu-abu serta uang dari saksi Minoto Rp 2 juta,” pungkasnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar