Hukum & Kriminal

Romahurmuziy Keluar Rutan karena Sakit

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pembantaran terhadap mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy). Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi Jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019 ini mengaku sakit sehingga perlu dilakukan perawatan.

“Yang bersangkutan sedang dalam proses pembantaran di RS Polri dari tanggal 2 April 2019,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (4/4/2019).

Dia mengatakan, Rommy membutuhkan rawat inap di luar KPK. Sehingga Rommy dibantarkan selama pembantaran tersebut tidak dihitung masa penahanan. “Artinya dari pemeriksaan dokter di KPK, penangananya perlu dilakukan di luar rutan,” ujar Febri.

Ditanya sakit yang ditengah diderita Romy, Febri enggan menjelaskan. “dak boleh nyebut sakitnya apa. Dokternya bisa melanggar ntar,” kilah Febri.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Rommy, yang merupakan anggota DPR dan eks Ketua Umum PPP, sebagai tersangka dugaan suap. Dia diduga menerima Rp 300 juta terkait proses seleksi jabatan di Kemenag.

Uang itu diduga berasal dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, yang juga sudah menjadi tersangka. Rinciannya, Rp 50 juta dari Muafaq dan Rp 250 juta dari Haris Hasanuddin.

Uang itu diduga ditujukan agar Rommy membantu proses seleksi yang diikuti Haris dan Muafaq. KPK pun menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag untuk membantu proses seleksi Haris dan Muafaq.

Romy ditetapkan sebagi tersangka penerima suap. Kemudian MFQ (Muhammad Muafaq Wirahadi) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan HRS ((Haris Hasanuddin) Kepala Kantow Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, diduga sebagai pemberi suap. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar