Hukum & Kriminal

Pelaku Gagal Usai Jambret Sopir Taksi

Surabaya, (beritajatim.com) – Riski (20) warga Ngagel Timur Gang V, Surabaya ini termasuk beruntung. Bagaimana tidak, ditengah pandemi virus corona ia justru menjambret ponsel untuk dipakai minum-minuman keras, Kamis (14/5/2020) dini hari.

Padahal warga yang geram akan tingkah pelaku kriminalitas dan terhimpit ekonomi beberapakali main hakim sendiri. Bahkan beberapa kali pelaku tewas usai dihajar massa di Kota Surabaya. Menurut keterangan Subadi (40) korban aksi percobaan penjambretan di Kawasan Koramil Sukolilo. Saat itu ia sedang makan di warung saat bekerja menjadi supir taksi.

“Nah datang kedua orang ini untuk menanyakan alamat. Tapi setelah saya jelaskan ternyata dia merampas ponsel yang saya pegang,” jelasnya.

Usai merampas ponsel pintar korban, kedua pelaku justru tak kompak saat melarikan diri. Seorang yang mengendarai sepeda motor lari ke arah kanan atau arah Jalan Ir Soeharto dan Risky justru lari ke kiri. Subadi juga menjelaskan, pelaku akhirnya ia kejar sembari teriak jambret. Karena beberapa warga mendengar teriakan korban. Warga dan petugas TNI ini pun turut mengejar pelaku.

“Akhirnya pelaku ketangkap dan diamankan di Koramil Sukolilo ini. Yang tertangkap hanya satu dan satunya lagi lari menggunakan sepeda motornya,” pungkas korban.

Sementara itu Riski pelaku penjambretan ini mengaku tak mengetahui rencana rekannya untuk menjambret. Dari pengakuannya, dirinya bangun tidur dan pamit keluar mencari minum bersama rekannya. Kata pelaku, dirinya keluar dan hendak cari minuman keras untuk dinikmati bersama. Hanya saja Riski bingung kenapa cari minum ke kawasan Sukolilo dan terlalu jauh dari tempat mereka beli minum biasanya.

“Nah pas turun teman saya dibisiki untuk tanya alamat ke seseorang dan mencekek leher (korban.red) kemudian diminta hp (ponsel.red) nya. Saya belum minum dan sumpah bisa tanya orangtua saya kalau tidak percaya,” cetus pelaku.(man)





Apa Reaksi Anda?

Komentar