Hukum & Kriminal

Residivis, Pembunuh Keji dan Pemakai Narkoba Ditembak Mati

Petugas kepolisian saat menggelar perkara kasus pembunuhan di tahun 2017 silam di ruang mayat RS Soetomo, Surabaya, Jumat (27/12/3029). Pelaku yang menjadi otak pemhunuhan ini ditembak mati petugas karena melawan.

Surabaya (beritajatim.com) – Sepak terjang Riandi P (35) alias AN alias SH ternyata cukup membuat kepolisian bekerja ekstra. Bagaimana tidak, pelaku ternyata memiliki tiga identitas dan semuanya palsu.

Bahkan, pelaku yang ditembak mati karena melawan ini juga pernah tersandung kasus kekerasan dan kasus pemalsuan identitas di Polsek Senen Jakarta.

Pelaku pembunuhan terhadap pemilik warkop di kawasan Lakarsantri Surabaya, pada 2017 silam diduga merupakan penjahat lintas provinsi yang terlibat berbagai kasus di beberapa daerah.

Menurut catatan beritajatim.com, selain terlibat kasus pembunuhan tahun 2017 lalu, pelaku pernah terlibat kasus tindak pidana lain berupa kejahatan senjata tajam yang tertangkap oleh Polsek Gubeng, Surabaya.

Kemudian di tahun 2016 terlibat kasus narkoba di Polsek Simokerto, dan di tahun 2018 terlibat kasus pencurian dan pemalsuan identitas di Polsek Senen Jakarta.

“Kasus di Jakarta pelaku menggunakan nama samaran melaksanakan curas di Jakarta. Sudah sempat tertangkap dan divonis dengan 10 bulan penjara saat di Jakarta,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho saat rilis di Kamar Jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (27/12/2019).

“Nama lain yaitu Slamet Handoyo yang ditangkap di Polsek Senen Juni 2018 dan Andi Prasojo (AN) serta Riandi P (RP) saat melakukan tindak kejahatan di Surabaya,” lanjutnya.

Ditanya soal pelaku miliki banyak kartu identitas, Sandi menyebut jika terkait kartu identitas masih dilakukan konfirmasi. Namun, di dalam foto identitas KTP nama Slamet Handoyono foto di dalamnya sama, dan KTP tersebut juga palsu.

“Data valid yang kami dapatkan dari Polsek Senen mengenai nama-nama yang berbeda dari pelaku didapat dari perbandingan foto dalam identitas pelaku yang sama,” jelas Sandi.

“Untuk kejahatan di tempat lainnya saat ini masih kami koordinasikan dengan Polres lain maupun jajaran Polda yang lainnya, karena si pelaku ini terkenal antar provinsi bukan hanya di provinsi Jawa Timur saja melainkan tindak antar provinsi,” imbuhnya.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar