Hukum & Kriminal

Modus Tanya Alamat

Residivis Kasus Pencurian Ini Bawa Kabur Sejumlah Motor di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Herdie Prastyo (31) Warga Babatan Pilang, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Puri. Pelaku bersama satu pelaku yang masih dalam pengejaran membawa kabur motor setelah bertanya alamat.

Kanit Reskrim Polsek Puri, Aiptu Sutono mengatakan, pelaku diamankan pada, Senin (30/3/2020) pekan lalu di sebuah kamar kos yang ada di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. “Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa BPKB dan STNK,” ungkapnya, Senin (6/4/2020).

Masih kata Kanit, pelaku diamankan lantaran melakukan aksi pencurian di sebuah toko bangunan di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (19/2/2020) sekitar pukul 12.30 WIB. Satu pelaku yang merupakan rekan pelaku masih dalam pengejaran petugas.

“Pelaku tidak sendiri, namun ada satu pelaku lain yang identitasnya sudah kita kantongi masih dalam pengejaran. Modus yang dilakukan kedua dengan cara bertanya alamat kepada korban, keduanya berbagi peran. Pelaku Herdie Prastyo berperan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian korban,” katanya.

Yakni dengan berpura pura menanyakan alamat kepada korban. Namun, lanjut Kanit, saat korban lenggah pelaku lainnya langsung beraksi membawa kabur motor korban yang saat itu terparkir di teras toko. Atas kejadian tersebut petugas lantas melakukan penyelidikan dan pengembangan.

“Berbekal rekaman CCTV dan laporan masyarakat keberadaan pelaku, petugas berhasil mengamankan satu pelaku. Pelaku merupakan spesialis pencurian kendaraan bermotor dan pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. Tercatat pelaku melakukan dua kali aksi pencurian di Kota Mojokerto,” jelasnya.

Kanit menjelaskan, dari hasil pengembangan pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi yang sama yakni di wilayah Kota Mojokerto. Diantaranya di Kecamatan Magersari dan di SMA II Kota Mojokerto. Pihaknya mengindikasi pelaku beraksi di masih banyak Tempat Kejadian Perkara (TKP) lain.

“Seperti di Wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan di Mapolsek Puri guna penyelidikan lebih lanjut. Akibat perbuatannya, pelaku pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) Ke 4e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal di atas tiga tahun penjara,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar