Hukum & Kriminal

4 Bulan Bebas,

Residivis Curanmor Ditembak Mati Lantaran Melawan Pakai Sajam

Surabaya (beritajatim.com) – Dua pelaku curat dan curanmor yang kerap beraksi di kota Surabaya dan Madura akhirnya dilumpuhkan anggota Resmob Polrestabes Surabaya.

Bahkan, satu dari dua pelaku terpaksa ditindak tegas dengan ditembak mati karena melakukan perlawanan.

Pelaku yang ditembak mati tersebut bernama Ahmad Rohman (32), asal Ds. Rongdalem, Kecamatan Omben Sampang Madura yang diketahui indekos di Komplek Pasar Bolodewo Surabaya.

Sedangkan satu pelaku yang ditembak kakinya bernama Indra (23), asal Ds. Rongdalem, Dsn. Morong, Sampang Madura yang indekos di Jalan Kertajaya Surabaya.

“Pelaku Ahmad Rohman (tewas), merupakan seorang residivis, ia sudah 3 kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama, bahkan pelaku ini baru saja empat bulan keluar dari Lapas Sampang, Madura. Komplotan ini sudah beraksi di 11 TKP di sekitar Surabaya,”¬†ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Senin (18/5/2020).

“Satu pelaku terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur karena pada saat dilakukan penangkapan pelaku beriniasl AR melawan petugas dengan sebilah senjata tajam jenis pisau penghabisan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Kapolrestabes Surabaya, adapun lokasi yang pernah diobok-obok oleh komplotan ini diantaranya, di wilayah hukum Tambaksari sebanyak 6 TKP, wilayah hukum Gubeng dan Tegalsari Surabaya.

Pengungkapan pelaku curat dan curanmor ini berawal anggota Resmob sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian curanmor TKP Putro Agung.

Mendapatkan informasi bahwa hasil curian akan dijual ke Madura. Selanjutnya, pada Minggu 17 Mei 2020 sekitar pukuk 05.00 Wib, anggota berhasil meringkus Indra bersama dengan barang bukti hasil curiannya.

Sementara pelaku Indra yang dihadiahi timas panas di kedua kakinya mengaku, baru 5 kali beraksi melakukan pencurian kendaraan bermotor bersama Ahmad Rohman (tewas).

Dirinya juga mengaku memiliki beberapa tim untuk mencuri dan merampas sepeda motor. Bahkan, dari beberapa tim tersebut, uang bagi hasil penjualan barang curian ia pakai buat modifikasi sepeda motornya. Sedangkan sisanya ia pakai buat kebutuhan sehari-hari.

Saya baru 5 kali kerja bersama Rohman, dan setiap hasil dijual ke Madura, saya dapat bagian Rp 1,5 juta, uang itu saya gunakan untuk bayar cicilan sepeda motor dan buat beli baju,” aku pelaku Indra.

Akibat perbuatannya, pelaku Indra dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar