Hukum & Kriminal

Renggut Siswi SMP, Pemuda Sumenep Diringkus Polisi

foto: ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) – Herosi (19), warga Dusun Talang, Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, diringkus aparat Polres setempat, karena diduga telah melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Korban berinisial EA (16), warga Dusun Temor Lorong, Desa Kalim’ok, Kecmatan Kalianget. Korban masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

“Pencabulan dan persetubuhan itu dilakukan di rumah tersangka pelaku. Saat itu kondisi rumah sepi karena orang tua pelaku sedang tidak ada di rumah,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Senin (01/07/2019).

Peristiwa itu berawal ketika Herosi menjemput EA ke rumahnya, untuk diajak jalan-jalan ke Taman Bunga (alun-alun: red) Sumenep. Di Taman Bunga, mereka bertemu dengan teman-teman pelaku, kemudian mereka sempat berfoto-foto bersama.

“Setelah puas menikmati Taman Bunga, Herosi mengajak EA untuk ke rumahnya. Kebetulan rumah Herosi dalam keadaan sepi. Saat itulah pelaku mencabuli dan menyetubuhi korban,” ungkap Widiarti.

Usai mencabuli korban, pelaku mengajak korban keluar rumah. Pelaku membawa korban ke rumah AD teman pelaku. Korban dititipkan di rumah AD, sedangkan pelaku pergi.

“Tidak berselang lama, korban memilih kabur dari rumah Adi, karena dia tidak kenal dengan Adi. Adi ini teman Herosi,” ujar Widiarti.

Korban kabur kembali ke Taman Bunga Sumenep. Kemudian korban menelpon orang tuanya, minta dijemput. Karena tidak terima, maka setelah menjemput korban, orang tua korban melaporkan kasus itu ke Polres Sumenep.

“Polisi pun bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku. Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Sumenep untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan selanjutnya,” papar Widi.

Dalam kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, baju lengan panjang polos warna hitam, celana jeans warna putih, jaket jeans warna biru dongker, BH korban warna hijau muda, dan celana dalam warna putih.

“Pelaku dijerat dengan tindak pidana pencabulan dan peraetubuhan terhadap anak di bawah umur, seperti yang tercantum dalam¬†pasal 81 dan 82 UU RI No 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 35 tahun 2014 ttg perlindungan anak,”¬† terang Widi. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar