Hukum & Kriminal

Rekaman Kamera Perlihatkan Sepeda Angin Harga Rp 23 Juta Digondol Maling

Sepeda gunung merk Downhill sebelum hilang dicuri tiga orang di garasi rumah korban Jalan Darmo, Surabaya. (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Maraknya fenomena bersepeda membuat orang rela membeli sepeda seharga jutaan, puluhan, bahkan ratus jutaan rupiah. Melihat harga sepeda makin tinggi ditambah permintaan warga juga meningkat, itulah yang membuat kasus pencurian sepeda justru marak. Bahkan tercatat sudah ratusan sepeda dicuri dan tak sedikit pula yang melaporkannya ke polisi.

Seperti aksi pencurian sepeda terjadi di kawasan Jaka Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Minggu (25/10/2020) dini hari. Sepeda gunung merk Downhill hilang saat terparkir. Tiga orang pelaku terekam kamera pengawas kampung saat sebelum dan sesudah mencuri. Dari video rekaman CCTV berdurasi 9 menit, terlihat dua orang berusahan melewati pagar rumah warga yang terkunci.

Mereka masuk dengan cara menerobos dan merayap di sela bawah pagar milik warga di Jalan Darmo 127, Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo. Korban yang diketahui bernama R Dimas Ardianto (30) petugas Damkar Kota Surabaya ini mengatakan jika kejadian pencurian terjadi pada Minggu (25/10) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB.

“Tadi pagi (Minggu) sekitar pukul 00.30 WIB, pelakunya kurang lebih 2 sampai tiga orang yang terekam CCTV millik kemananan kampung,” kata Dimas saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2020).

Dimas juga menjelaskan meski berada di dalam pintu gerbang yang terkunci, sepeda kesayangnnya hilang usai pelaku memaksa masuk. Tak hanya itu, sepeda barunya ini juga sudah diberi gembok atau pengaman tambahan. Hanya saja sang maling lebih cerdik dan sepeda putih itu pun sirna.

Usai melihat rekaman, korban pun langsung melakukan pelaporan ke Polsek Wonokromo untuk ditindaklanjuti. Ia berharap sepeda kesayangannya ini bisa ditemukan dan pelaku juga ditangkap.

“Waktu itu saya mau mandi, akan berangkat memancing, lha ternyata sepeda saya hilang. Saya cek ke kamera pengawas kampung ternyata ada tiga orang yang nekat,” lanjut Dimas.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Ari Pranoto saat dikonfirmasi membenarkan jika korban sudah melaporkan ke Polsek Wonokromo. Korban melakukan pelaporan dan kini sedang dalam proses penyelidikikan. Rekaman kamera pengawas kampung pun menjadi bukti bahwa pelaku saat ini sedang diburu.

“Iya sudah, itu anaknya (korban) sudah di kantor (melaporkan), kejadiannya sekitar setengah dua pagi,” jelasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar