Hukum & Kriminal

Razia, Warga Binaan Rutan Banjarsari Cerme Kepergok Bawa Ponsel

Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga binaan rumah tahanan (Rutan) kelas II B Banjarsari Cerme, Gresik, kaget. Mereka tidak menyangka petugas melakukan razia di blok hunian D.

Sewaktu dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ponsel. Razia dipimpin langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Zulfikar Dyabir didampingi staf pengamanan serta regu penjagaan.

Razia ini untuk menindaklanjuti arahan dari Dirjen Pemasyarakatan tentang deteksi dini di Rutan Kelas IIB Gresik. Beberapa blok hunia yang dirazia mulai dari blok D1,D 2, D 3 dan D 4 atas. “Dari hasil razia diperoleh ada sembilan ponsel, botol kaca, dan charge ponsel,” ujar Zulfikar Dyabir, Senin (7/06/2021).

Ia menambahkan, larangan menggunakan alat elektronik berupa ponsel diatur dalam Pasal 4 huruf j Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi setiap narapidana dilarang memiliki, membawa dan atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, alat perekam, telepon genggam, pager, dan sejenisnya.

“Dengan aturan tersebut, setiap warga binaan tidak diperkenankan untuk memiliki, membawa, dan menggunakan telepon genggam atau ponsel,” imbuhnya.

Sedangkan untuk sanksi lanjut dia, narapidana yang diketahui memiliki, membawa, dan/atau menggunakan handphone diatur dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi narapidana dan tahanan dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat jika melakukan pelanggaran.

“Barang bukti yang kami temukan langsung dimusnahkan. Yang jelas terkait dengan aturan ini petugas di lapangan bakal memperketat akses besuk bagi keluarga pengunjung,” ungkapnya.

Total saat ini, ada 900-an warga binaan Rutan Kelas IIB Banjarsari Cerme. Jumlah itu, melebihi jumlah kapasitas rutan setempat yang idealnya menampung 200 warga binaan. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar