Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Razia Tempat Hiburan, Satpol PP Lamongan Amankan Ratusan Liter Miras Liar

Satpol PP Lamongan menggelar razia ke sejumlah kafe dan rumah karaoke.

Lamongan (beritajatim.com) – Menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, Satpol PP Lamongan menggelar razia ke sejumlah kafe dan rumah karaoke. Alhasil, para petugas tersebut berhasil mengamankan ratusan liter miras.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Lamongan, Safari mengungkapkan, bahwa razia ini digelar sebagai upaya pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Lamongan.

“Ini menjelang bulan suci Ramadan, jangan pernah ada peredaran miras di wilayah Lamongan,” ujar Safari saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/3/2022).

Sejumlah tempat hiburan yang menjadi sasaran razia ini di antaranya yang berada di Kecamatan Paciran dan di kota Lamongan. Saat itu, petugas berhasil mendapati ratusan liter miras yang tidak dibenarkan dalam peredarannya.

“Selain ada miras jenis arak dan towak, juga ada ratusan liter miras beralkohol dalam kemasan pabrikan yang batas alkoholnya melanggar aturan Perda,” bebernya.

Tak hanya mengamankan barang bukti berupa miras yang dijual liar, Safari berkata, petugas Satpol PP juga menemukan kafe atau tempat hiburan yang tidak memiliki izin penjualan minuman beralkohol.

“Di rumah karaoke tersebut, Satpol telah mengamankan sekitar 350 botol miras kemasan pabrikan. Dan miras home industri jenis arak sebanyak 48 liter,” imbuhnya.

Lebih jauh, Safari menuturkan, juga ada 4 orang pelaku usaha, pemilik warung dan rumah karaoke yang kini dimintai keterangan di Kantor Satpol PP Lamongan. “Ada 4 pelaku usaha yang terjaring di BAP dan masuk dalam tindak perkara pidana ringan (tipiring),” sambungnya.

Baca Juga:

    Dalam razia kali ini, Safari menyebut, ada sebanyak 15 petugas Satpol PP yang dilibatkan. Safari juga mengimbau, razia ini hendaknya bisa menjadi perhatian bagi pelaku usaha lainnya agar bisa menahan diri dan tidak menyediakan atau menjual miras, utamanya saat bulan Ramadan.

    Masih kata Safari, mereka yang terjaring razia dinyatakan melanggar Perda nomor 4 tahun 2007 tentang Ketertiban dan Ketentraman Umum di Kabupaten Lamongan, serta Perda nomor 16 tahun 2019 tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol di Kabupaten Lamongan.

    “Kita harus menghormati ibadah bulan suci Ramadan. Selain itu, kami mengharapkan kepada masyarakat untuk segera melapor ke petugas jika mendapati ada yang menjual miras di lingkungannya,” pungkasnya.[riq/ted]


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar