Hukum & Kriminal

Razia, Knalpot Brong Dipotong Satlantas Polresta Mojokerto

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi merilis ratusan kendaraan roda dua tak sesuai spesifikasi teknis di halaman Mapolresta Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 115 kendaraan roda dua yang tak sesuai spesifikasi teknis diamankan anggota Satlantas Polresta Mojokerto selama kurung waktu dua minggu. Akibatnya, kendaraan roda dua yang tak sesuai spesifikasi teknis yang didominasi knalpot brong tersebut dipotong.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, razia dilakukan anggotanya berdasarkan laporan dari masyarakat dengan keluhan penggunaan roda dua yang bising sehingga menganggu ketertiban. “Dalam kurun waktu 2 minggu, kita sita dan musnahkan 115 kendaraan roda dua,” ungkapnya, Kamis (9/7/2020).

Masih kata mantan Kapolresta Sumenep ini, pengendara atau pemilik kendaraan roda dua tersebut dikenakan Pasal 285 ayat 1 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan. yang berbunyi kendaraan yang tidak memiliki persyaratan spesifikasi teknis maka akan dilakukan kurungan satu bulan.

“Seperti knalpot brong. Mekanisme dilakukan tilang kemudian persidangan ketika putusan ada, maka kendaraan sudah bisa diambil dan kemudian knalpot akan dilakukan penyitaan dan pemusnahan. Ini kurang lebih dua minggu kerja sama dengan Dishub Kota Mojokerto. Umumnya kendaraan ini sebagai aksi balapan liar yang digunakan kaum muda di Kota Mojokerto dan luar Mojokerto,” katanya.

Selain knalpot brong, lanjut Kapolresta, juga kelengkapan yang tidak sesuai spesifikasi teknis lainnya. Seperti spion, spidometer, ban kecil dan pelek tidak sesuai standar. Cenderung kendaraan roda dua yang diamankan yang digunakan sebagai balapan liar.
Menurutnya, motor sport atau biasa harus memiliki kelengkapan spesifikasi teknis yang sesuai standar.

“Jika tidak maka akan di tilang dan disita. Ini akan dilakukan seterusnya, jika tetap membandel akan dilakukan penindakan hingga persidangan. Pengendara atau pemilik bisa mengambil setelah melengkapi dengan standar yang sesuai dan memperlihatkan STNK dan BPKB. Namun knalpotnya disita,” ujarnya.

Terkait penyedia atau penjual, Kapolresta menegaskan, akan diberikan himbauan. Menurutnya penjual harus bisa menginventarisir jika ada pembelian kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai standar. Pasalnya dalam hal ini prinsip ekonomi ada, yakni ada permintaan maka ada penyediaan barang.

“Himbauan dulu, yang jelas prinsip ekonomi berlaku disini. Permintaan ada maka ada penyediaan barang. Bisa diganti tapi untuk di area balap yang ilegal. Yang jelas motor sport atau biasa harus memiliki kelengkapan spesifikasi teknis yang sesuai standar, jika tidak maka akan dilakukan tilang dan disita,” tegasnya.

Dalam rilis kali ini, tampak hadir Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Johan Iswahyudi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar