Hukum & Kriminal

Razia Gabungan di Jombang, Polisi Geledah Pembawa Tas Ransel

Jombang (beritajatim.com) – Untuk menjamin keamanan menjelang peringatan Hari Raya Paskah di Jombang, tim gabungan melakukan razia bagi pengguna jalan, Rabu (31/3/2021). Utamanya, para pengguna jalan yang membawa tas besar semacam ransel.

Harapannya, upacara peringatan wafatnya Isa Almasih pada Jumat lusa berlangsung aman. Tidak ada insiden seperti peristiwa di Gereja Katedral Makassar. Operasi gabungan ini melibatkan personel dari Polres Jombang, Polisi Militer TNI AD, Kodim Jombang, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Operasi dipimpin oleh AKP Mochammad Mukid. “Razia ini dalam rangka Kamtibmas menjelang perayaan Paskah maupun bulan suci Ramadhan 1442 H. Setelah razia, kita lanjutkan dengan operasi yustisi,” kata Mukid yang juga Kasat Reskoba Polres Jombang.

Razia gabungan ini digelar di Jl Abdurrahman Wahid Jombang. Setiap pengguna jalan dihentikan oleh petuhas. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan barang bawaan. Prioritasnya adalah pengguna jalan yang membawa tas besar semacam ransel. Razia juga menyasar pengguna jalan yang tidak memakai masker.

“Selain razia kamtimbas, ini juga operasi yustisi dalam rangka penegakan protokol kesehatan. Ini dalam rangka memberikan rasa aman masyarakat. Utamanya umat Kristen yang hendak merayakan Paskah,” ujarnya.

Mukid mengungkapkan, razia ini sebagai upaya antisipasi teroris. Terlebih, Kabupaten Jombang menjadi perlintasan yang potensial masuknya teroris. Karena kemarin di Nganjuk sudah ada jaringan teroris yang tertangkap.

“Jombang merupakan perlintasan yang strategis. Makanya kita lakukan pencegahan dini agar peristiwa serupa tidak terjadi di Kota Santri,” kata Mukid menegaskan.

Walhasil, hingga saat ini situasi di Kabupaten Jomband cukup aman dan kondusif. Dalam razia tersebut tidak ditemukan benda mencurigakan seperti bom, senjata tajam, senjata api dan benda-benda sejenis.

Petugaa, lanjut Mukid, hanya mendapatkan 157 orang pelanggar protokol kesehatan. Mereka tak me.akai masker saat berkendara. Sanksinya pun beragam. Mulai penyitaan identitas KTP hingga sanksi sosial di tempat yakni menyanyikan lagu kebangsaan serta push-up.

“Razia serupa terus kita lakukan dengan titik dan waktu berbeda. Sekali lagi, ini untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat menjelang Paskah dan datangnya bulan suci Ramadan,” pungkas Mukid. [suf/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar