Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Manfaatkan Bulan Ramadan

Ratusan Warga Binaan Lapas Klas IIB Mojokerto Ikuti Kegiatan Kerohanian

Kegiatan kerohanian di Masjid At-Taubah Lapas Klas IIB Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto memanfaatkan bulan Ramadan dengan mengikuti kegiatan kerohanian di Masjid At-Taubah Lapas Klas IIB Mojokerto, Kamis (14/4/2022). Dengan kegiatan kerohanian di bulan Ramadan tersebut diharapkan menjadikan kepribadian warga binaan lebih baik.

Dengan didampingi oleh petugas Pembinaan Kerohanian, warga binaan diajak tadarus Al Qur’an serta sholawat banjari. Di dalam masjid berukuran 11 meter persegi tersebut, menjelang berbuka puasa dilaksanakan kegiatan tadarus Al-Quran bersama dengan didampingi petugas.

Memanfaatkan ruang yang terbatas, petugas memaksimalkan sarana prasarana yang ada. Warga binaan secara bergantian membaca Al-quran dan lainnya menyimak sambil menunggu giliran membaca. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca Al Qur’an warga binaan.

Seni sholawat banjari juga menjadi kegiatan yang diminati warga binaan, melantunkan sholawat dengan iringan rebana yang kompak sejenak dapat melupakan mereka terhadap kondisinya sebagai terpidana. Memperbanyak dzikir, bersholawat serta membaca ayat-ayat suci Al Qur’an sangat dianjurkan terutama di saat bulan suci Ramadan.

Banyaknya waktu luang warga binaan saat menjalani pidana di Lapas memberikan keleluasaan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Keadaan Masjid At-Taubah Lapas Klas IIB Mojokerto yang tidak pernah sepi menggambarkan kesungguhan dan tekad yang kuat warga binaan untuk bertaubat, berserah diri kepada Allah SWT.

Dalam kegiatan sehari-hari petugas Lapas Klas IIB Mojokerto memberikan respon baik dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada warga binaan untuk melakukan hal-hal positif. Warga binaan dituntut Ustad Sidik Aji yang merupakan petugas Lapas Klas IIB Mojokerto yang telah mengenyam banyak ilmu di pesantren.

Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi mengatakan, pesan-pesan yang disampaikan akan sangat tepat sasaran karena latar belakang di pesantren. Dengan pengalaman menghadapi warga binaan sehari-hari menjadikan Ustad Sidik Aji mengetahui keseharian, kekurangan dan kelebihan warga binaan secara detail.

“Kegiatan keagamaan seperti ini memang kami tingkatkan intensitasnya saat bulan Ramadan. Kegiatan tersebut kami harapkan dapat menjadikan kepribadian warga binaan lebih baik dan kemudian dapat menjadi insan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” harapnya.

“Kegiatan di bulan Ramadan untuk warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto, tadarus, sholawat bajari dan pengajian kitab. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga binaan mampu melakukan perubahan perilaku yang lebih baik. Juga menjadikan warga binaan menjadi damai saat melaksanakan sisa masa pidananya di dalam Lapas,” tambah Petugas Pembinaan Kerohanian, M Syukron Amin.

Sementara itu, salah satu warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto, Henok Al Fajar Dewantoro mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan kerohanian di Lapas Klas IIB Mojokerto. “Alhamdulillah, subhanallah dari kegiatan di masjid Lapas Klas IIB Mojokerto ini saya mendapatkan ilmu yang berguna, bermanfaat bagi saya,” tuturnya.

Salah satunya, lanjut narapidana kasus narkoba ini, ia bisa membaca Al-Quran dengan tartil. Selain itu, warga Kabupaten Mojokerto yang divonis 1 tahun 6 bulan ini juga bersyukur bisa membaca seni membaca Al-Quran qira’at. Ia berharap kegiatan kerohanian yang sudah ada bisa bermanfaat untuk warga binaan lainnya.

“Yang kedua alhamdulillah lagi saya bisa membaca seni membaca Al-Quran qira’at. Kegiatan yang ada di Lapas Klas IIB Mojokerto sudah baik, namun jika ada kegiatan lain yang bisa bermanfaat lagi bagi warga binaan akan lebih bagus. Dengan kegiatan yang saya diikuti selama ini, saat keluar bisa menjadi orang yang berguna, bermanfaat,” urainya.

Bagi masyarakat pada umumnya dan untuk keluarga pada khususnya. Jika ia sudah kembali ke masyarakat, ia berharap bisa menjadi imam yang baik dan tidak ingin mengulangi perbuatan yang menjerumuskan kembali ke jeruji penjara.

“Saya pribadi dan mewakili teman-teman santri Masjid At-Taubah mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada petugas Lapas Klas IIB Mojokerto yang sabar, setia membina kami. Insya Allah yang dulunya kurang baik, insya Allah menjadi lebih baik,” pungkasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar