Hukum & Kriminal

Ratusan Banser Kawal Persidangan Gus Nur

Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) dari Surabaya dan Sidoarjo mengawal persidangan dengan terdakwa Sugi Nur Raharja atau biasa disapa Gus Nur, Kamis (13/6/2019).

Saat ini massa berada di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan tertib mereka terus bersemangat dengan menyanyikan lagu mars Ansor.

Nahwan Mas’udi selaku Kepala Cabang GP Ansor Sidoarjo menyatakan pihaknya sengaja mendatangi PN Surabaya guna memberikan dukungan pada saksi yang tak lain juga anggota Anshore. Selain itu juga memberikan dukungan pada aparat penegak hukum baik itu hakim, jaksa maupun kepolisian untuk memproses kasus ini secara cepat.

“Hari ini kami dari Banser lingkup Jawa Timur datang kesini untuk memberikan dukungan pada rekan kami yang memeberikan kesaksian, selain itu juga memberikan dukungan pada seluruh elemen penegak hukum yang memproses hukum kasus Sugik ini,” ujar Nahwan, Kamis (13/6/2019).

Gus Nur menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh pemuda Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam menjalani sidang kali ini, pria yang akrab disapa Gus Nur ini dibela oleh 11 pengacara. Selain itu, Gus Nur juga mendapat dukungan dari puluhan simpatisan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Basuki Wiryawan membacakan dakwaan kepada pria keliahira 44 tahun tersebut. Dalam dakwaannya, Sugi dianggap melanggar Pasal 27 ayat (3) UU no. 19 tahun 2016 juncto pasal 45 ayat (3) tentang UU ITE.

“Terdakwa mengunggah video dengan judul (akun) ‘Generasi Muda NU penjilat’, dalam video tersebut terdakwa melontarkan makian dengan mengatakan aku kok gak ngerti itu, dari dulu aku denger orang ini dari dulu, cuman kan gak ada waktu ngreken, ada yang bilang jual nasi goreng, siapah sih adminnya Generasi Muda NU itu ? coba ,misalkan perempuan, lebih cantik mana sama isteri-isteriku ?, he Generasi Muda NU ..taek, kalau kamu laki-laki, kamu lebih ganteng mana sama aku ?, ekonomi kamu, lebih kaya mana sama aku ? ayo buka-bukaan yo, jangan-jangan kamu kere, jangan-jangan kau penjual nasi goreng, jangan-jangan kamu luru utis (memungut puntung rokok), tu kemarin Ansor lapor di Polda Palu melaporkan saya gara-gara video yang membela ustad Felix, ayo laporkan, apa lu jual gue borong tanpa gue tawar, aku wis blenek ndelok awakmu (saya sudah muak melihat kamu), model-model koyok raimu iku wis mblenek aku (model seperti wajahmu itu sudah muak aku), kalau kamu kyai, kalau kamu ustad ayo duet argumentasi, ayo kamu ceramah, aku ceramah, kamu ceramah disini, aku ceramah disini, banyak mana nanti umatnya yang datang,” kata JPU Basuki, Kamis, (25/5/2019) di Pengadilan Negeri Surabaya Jalan Arjuno.

Kemudian pada Rabu, 12 September 2018 rekaman video tersebut masuk dalam grup WhatsApp PWNU JATIM dan dilihat oleh saksi Dr. H. Moh. Maruf Syah, SH. MH. Dosen/Wakil ketua Tanfidziyah PWNU JATIM.

Usai mendengar dakwaan, terdakwa Sugi berkonsultasi dengan pengacaranya. Lalu, mereka sepakat untuk tidak mengajukan eksepsi. “Kami memilih melanjutkan persidangan,” terang salah satu kuasa hukum Sugi, Ahmad Khozinuddin. Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 13 Juni mendatang dengan beragendakan saksi-saksi. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar