Hukum & Kriminal

Ratih Retnowati dan Dini Mantan Anggota DPRD Surabaya Dijebloskan ke Tahanan

Tersangka Jasmasi Ratih Retnowati saat hendak ditahan di Rutan Kejati Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya kembali menjebloskan Ratih Retnowati anggota DPRD Surabaya terpilih dan Dini Rinjati mantan anggota DPRD Surabaya Periode 2014-2019 yang menjadi tersangka korupsi Jasmas.

Penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan setelah diperiksa selama lima jam di ruang penyidikan pidana khusus Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

” Penyidik telah melakukan penahanan pada tersangka Ratih Retnowati dan Dini Rinjati. Keduanya ditahan dalam rangka proses penyidikan kasus korupsi jasmas,”kata Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, Rabu (4/9/2019).

Dalam kasus ini, Ratih dan Dini berperan aktif dalam mengkordinir proposal Jasmas dari Agus Setiawan Tjong selaku pelaksana proyek jasmas yang telah divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

” Perannya sama dengan empat anggota dewan yang sudah kami tahan,”terang Rachmad Supriady.

Saat ditanya apakah kedua tersangka mengajukan penangguhan penahanan, Kajari Rachmad mengaku tidak ada permohonan yang diterimanya.

“Tidak ada, mereka tidak mengajukan penangguhan penahanan dan memilih mengikuti proses hukum perkara ini,”ungkapnya.

Terkait gugatan praperadilan yang dilayangkan Ratih Retnowati, Dini Rinjati dan Syaiful Aidy ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kajari Rachmad mengaku akan siap menghadapinya.

“Kita sudah siap untuk membuktikan bahwa apa yang sudah dilakukan penyidik sudah sesuai dengan prosedur,”pungkas Rachmad.

Untuk diketahui, Ratih Retnowati dan Dini Rinjati diperiksa selama 5 jam sebagai tersangka jasmas. Usai diperiksa, keduanya langsung menggunakan rompi tahanan dan selanjutnya dikeler ke mobil tahanan dengan pengawalan ketat dari tenaga pengamanan internal Kejari Tanjung Perak dan tiga Polwan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Selanjutnya Ratih dan Dini dimasukkan ke mobil tahanan Pidsus Kejari Tanjung Perak dan dijebloskan ke Cabang Rutan Kelas I Surabaya di Kejati Jatim. Keduanya ditahan selama 20 hari kedepan dengan alasan normatif, yakni dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi dan mengulangi perbuatan yang sama.

Tak hanya itu sikap tidak kooperatif kedua tersangka ini juga menjadi salah satu alasan penahanan mereka, dimana keduanya sempat mangkir tiga kali dari pangggilan penyidik.

Ratih dan Dini merupakan dua tersangka terahkir yang ditahan oleh Kejari Tanjung Perak. Sebelumnya, Empat rekan sejawatnya sudah terlebih mendekam di penjara.

Mereka adalah Sugito Politisi dari Hanura, Darmawan Politisi dari Gerindra, Binti Rochma Politisi dari Golkar dan Syaiful Aidy Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang dijemput paksa pada Selasa (3/9) kemarin.

Penyimpangan dana jasmas yang dikucurkan dari dana APBD Pemkot Surabaya Tahun 2016 iniĀ  bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi Chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. [uci/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar