Hukum & Kriminal

Rampok di Mojokerto Beroperasi Juga di Jateng dan Jabar

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua pelaku pembobolan counter handphone (HP) Uni-q Cell Jalan Pahlawan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (1/12/2018) dini hari berhasil diamankan. Pelaku merupakan jaringan antar kota.

Kedua perampok yakni Hayat Efendi (40) warga Jalan Veteran 9 Nomor 26B, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik dan Subagiyo warga Dusun Bitingrejo RT 04 RW 03, Desa Wirobiting, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Hayat Efendi merupakan penadah.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, kedua pelaku berhasil diamankan setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama dua bulan. “Pelaku merupakan jaringan antar kota,” ungkapnya, Rabu (13/3/2019).

Masih kata Kapolres, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus tersebut. Karena dari empat pelaku, dua diantaranya masih dalam pengejaran petugas. Dari 233 unit HP yang diambil, petugas hanya berhasil mengamankan 10 unit.

“Sebanyak 10 unit HP yang kami sita ini yang belum terjual, sementara yang lain sudah terjual karena cepat laku. Pembeli tidak tahu jika itu barang pencurian, kasus ini masih terus digali dijual kemana saja karena sistemnya putus. Tidak kenal orangnya, stop di penjual dan pembeli tidak tahu dari mana barang itu,” katanya.

Kapolres menjelaskan, komplotan pelaku beraksi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Seperti di Mojokerto, Sidoarjo, Kediri, Jepara dan jalur pantura. Sebelum melakukan aksinya, komplotan tersebut mencari sasaran dengan melihat kelemahan di keamanan.

“Kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, sementara pelaku Hayat Efendi dijerat pasal berlapis yakni Pasal 480 KUHP tentang Penadahan Barang Hasil Kejahatan. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp277 juta lebih,” jelasnya.

Salah satu pelaku, Subagiyo mengaku bertugas sebagai sopir. “Saya mengawasi dan mengangkut barang. Sasarannya langsung tidak pakai survey, saya tidak pernah ke counter itu. Yang menentukan sasaran teman saya,” tuturnya.

Sementara itu, pelaku lain yang merupakan penadah, Hayat Efendi (40) mengaku mendapatkan 100 unit HP dari hasil pembobolan tersebut. “Dijual di counter HP di Gresik dengan harga miring. Untung antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar