Hukum & Kriminal

Rampas Ponsel dan Lukai Pelajar Pakai Pisau, Warga Krian Dibui

Gresik (beritajatim.com) – Tersangka Irwan Lutfi Alfian (25), pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), terpaksa harus masuk bui. Warga asal Desa Tempel, Kecamatan Krian, Sidoarjo, diamankan polisi karena melukai seorang pelajar dengan senjata tajam saat merampas ponsel.

Kasus tersebut bermula korban Hamas Hizbullah (17) seorang pelajar asal Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Saat ngobrol tiba-tiba didatangi pelaku dengan menodongkan senjata tajam jenis pisau ke perut korban. Tanpa banyak bicara pelaku meminta ponsel korban yang diletakkan di dashboard motornya.

Usai mendapatkan ponsel milik korban. Pelaku langsung kabur, dan dikejar oleh korban. Saat dikejar, pelaku terjatuh lalu diamankan oleh korban. Bersamaan dengan itu, korban berusaha mengambil ponsel miliknya yang dicuri. Namun, pelaku melawan sambil melukai tangan korban. Sehingga, jari telunjuk sebelah kiri robek.

Selanjutnya, korban berusaha mengamankan pelaku sambil menunggu bantuan datang hingga rekan korban. Yakni, Nanang Supriatna (48) anggota TNI AL datang mengamankan pelaku dan tidak lama kemudian ada patroli anggota Polsek Driyorejo.

“Pelaku beserta barang bukti berupa satu unit motor Honda Beat W 5189 ZY, satu buah pisau, dan ponsel kami amankan,” ujar Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin, Senin (13/01/2020).

Sementara itu, pelaku Irwan Lutfi Alfian menyatakan dirinya terpaksa mencuri ponsel karena terpepet kebutuhan ekonomi.

“Saya kepepet kebutuhan ekonomi sehari-hari terpaksa mencuri pak,” tandasnya di hadapan penyidik. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar