Hukum & Kriminal

Ramadhan, Polresta Mojokerto Plototi Kendaraan Tak Patut Protokol Kesehatan dan Pelanggaran Lalu-lintas

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi.

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang ramadhan dan hari Raya Idhul Fitri, Polresta Mojokerto menggelar apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2021.Operasi Kesehatan Semeru 2021 dimulai tanggal 12 sampai 25 April 2021.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, Operasi Keselamatan Semeru 2021 dilaksanakan selama 14 hari bertujuan untuk mewujudkan kamseltibcarlantas dan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan serta tidak melaksanakan mudik lebaran tahun 2021.

“Dengan sasaran pengguna jalan, kendaraan bermotor melihat kepatuhan protokol kesehatan dan pelanggaran lalu-lintas. Sehingga diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu-lintas di wilayah hukum Polresta Mojokerto,” ungkapnya Senin (12/4/2021).

Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2021 kali ini, lanjut Kapolresta, pihak yang menerjunkan 55 personil. Sementara dari TNI sebanyak 20 personil, Dinas Perhubungan (Dishub) sebanyak 15 personil dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) sebanyak 15 personil.

Terkait penggunaan kendaraan bak terbuka yang digunakan mengangkut penumpang saat lebaran, Kapolresta berharap jika kendaraan angkut diperuntukan untuk barang sehingga ketika ada pihak yang menyalahgunakan untuk pengangkut orang maka akan dilakukan penindakan.

“Karena hal tersebut merupakan suatu pelanggaran. Sehingga jika kedapatan ada kendaraan angkut digunakan untuk mengangkut penumpang maka akan dilakukan penindakan. Kami berharap masyarakat benar-benar menggunakan kendaraan yang sebenarnya untuk mobilisasi jelang ramadhan dan Idul Fitri,” jelasnya.

Kapolresta menambahkan, nantinya pihaknya juga akan menentukan beberapa titik penyekatan terkait dimulainya larangan mudik lebaran. Pemerintah resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021 yang tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Yakni tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Larangan mudik lebaran tersebut selama 6-17 Mei 2021. Melalui surat edaran ini, pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini demi mencegah penularan virus corona Covid-19. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar