Hukum & Kriminal

Rakernas di Surabaya, Peradi Ingin Satukan Advokat Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) – Rapat kerja nasional (Rakernas) yang dilakukan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) membahas banyak agenda, salah satunya adalah misi menyatukan advokat yang ada di Indonesia.

Seperti diketahui, di Indonesia banyak sekali lahit organisasi baru sebagai wadah para advokat dalam melaksanakan profesinya. Standart Peradi yang dianggap terlalu tinggi dijadikan alasan para advokat tersebut untuk bernaung ke organisasi non Peradi.

Menanggapi hal itu, Prof DR H Fauzi Yusuf Hasibuan SH MH menyatakan bahwa standart ujian profesi advokat yang diterapkan Peradi sebenarnya tidak lah sulit.

“Standar kita sebenarnya rendah dibanding luar negeri, kalau ga belajar pasti akan kesulitan,” ujarnya.

Dia menambahkan di era 4.0 sangatlah susah untuk membedakan mana yang salah dan benar. Jadi seorang advokat harus memahami era digitalisasi ini.

“Bagaimana penyatuannya, peradi adalah satu-satunya organisasi advokat di Indonesia,” ujarnya.

Perlu diketahui, Peradi menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional yang berlangsung di Surabaya selama 3 hari di Hotel Shangrila, dan pembukaan Rakernas dilakukan pada tanggal 27 November 2019 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Rakernas ini merupakan kegiatan rutin yang untuk kali ini bertema membahas program kerja Peradi yang sudah  dilakukan maupun langkah-langkah ke depan terutama mengenai program kerja PERADI yang akan datang.

Program kerja utama yang menjadi agenda adalah mengenai PERADI sebagai wadah tunggal advokat.

Rakernas Peradi dilaksanakan utk membahas seluruh program-program kerja tahunan, baik  program kerja yang sudah dilaksanakan seperti Pendidikan Khusus Profesi Advokat maupun program kerja yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 1 tahun.

Ketua Panitia Rakernas Peradi 2019 H. Sutrisno, SH., M.Hum menyampaikan Rakernas adalah agenda tahunan. “Rencananya akan diikuti sekitar 133 cabang PERADI se Indonesia mulai sabang sampai merauke dengan melibatkan sekitar 700 advokat plus 300 panitia,” kata Sutrisno

Sutrisno menambahkan “Materi Rakernas utamanya akan membahas soal bagaimana tetap menjadikan PERADI sebagai wadah tunggal advokat, SingleBar.

” Pokok permasalahan Peradi kedepan agar menjadi organisasi profesi yang lebih solid juga menjadi agenda dalam Rakernas Peradi tahun 2019, langkah untuk memperjuangkan Peradi sebagai wadah tunggal, disamping itu dalam Rapat kerja nasional Peradi di Surabaya yang akan di laksanakan pada tnggal 27-28 November 2019 di Hotel Shangri-La Surabaya”ujarnya.

Sekjen Peradi Thomas Edison Tampubolon juga menyatakan sangat mendukung upaya untuk mengembalikan Marwah Peradi seperti yang awal mulanya dibentuk.

Dia mengatakan dalam Rakernas kali ini memperjuangkan kembali Peradi menjadi Single bar akan kami kampanyekan, karena ini demi melindungi kepentingan publik pencari keadilan.

“Dengan merosotnya mutu dan profesionalitas Advokat akan merugikan kepentingan masyarakat, karena akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kepastian hukum,” Ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas DPC Peradi Surabaya Hariyanto, SH., M.Hum. menyatakan bahwa acara dan seluruh rangkaian kegiatan Rakernas sudah sangat siap dilaksanakan”

Hariyanto mengatakan sesuai dengan rencana seluruh persiapan acara kegiatan Rakernas PERADI di kota Surabaya sudah siap.

“Rencananya pembukaan Rakernas akan dihadiri pula oleh Menkopolhukam Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., SH., SU sekaligus membuka Acara”pungkas Hariyanto. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar