Hukum & Kriminal

Putusan pada Remaja Pembunuh Juragan ATK Dinilai Terlalu Ringan, Jaksa Banding

Malang (beritajatim.com) – Persidangan kasus remaja 17 tahun berinisial AP, pembunuh juragan ATK di Turen, Kabupaten Malang, tengah dalam proses banding. Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Kabupaten Malang beranggapan, putusan itu terlalu ringan. Tak sebanding dengan perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa seseorang.

“Saat ini sedang dalam proses banding. Pertengahan April akan dijatuhkan vonis terhadap perkara si anak (AP) ini,” kata Humas Pengadilan Negeri Kepanjen, Reza Aulia, Kamis (18/3/2021).

Menurut Reza, Jaksa Penuntut Umum berhak melakukan upaya hukum banding terhadap proses persidangan.

“Kalau dirasa putusan hakim tidak sesuai, penuntut umum yang melakukan upaya hukum,” terang Reza kepada.

Status AP saat ini masih merupakan tahanan kejaksaan. AP tengah menjalani masa penahanan di LP Lowokwaru Malang. Vonis kepada AP nantinya ditentukan saat proses hukum sudah dinyatakan inkracht. Atau mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Berkasnya dikirim ke Surabaya. Terdakwa ditahan LP yang di Malang. Status tahanan kejaksaan. Hingga akhirnya Inkracht baru dapat dieksusi,” tegas Reza.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Anak dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Misael Tambunan turut membenarkan putusan sidang yang dijalani AP (17).

Kata Misael, tuntutan vonis pada kasus ini yakni 8 tahun penjara. Namun, dalam persidangan terdakwa AP divonis hakim 1 tahun penjara.

“Tuntutan 8 tahun, namun diputuskan 1 tahun oleh PN Kepanjen, Kabupaten Malang,” ungkap Misael.

Misael menjelaskan, vonis hukuman 8 tahun penjara bisa diberikan kepada AP karena menilik pada pertimbangan sesuai hukum yang berlaku.

Misael menerangkan putusan lebih ringan dari tuntutan jaksa karena adanya beberapa pertimbangan oleh hakim. Diantaranya yang bersangkutan, masih di bawah umur dan belum pernah tersangkut pidana. Terdakwa juga berlaku sopan selama persidangan berlangsung.

“Kalau hakim gak sependapat dengan pasal yang hukumannya tinggi, harusnya proses terdakwa membunuh korban juga jadi pertimbangan. Putus setengahnya saja kami masih wajar, tapi kok setahun. Dengan putusan ini kami nyatakan banding dengan alasan putusan yang dilakukan hakim tidak mencerminkan rasa keadilan,” pungkas Misael. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar