Hukum & Kriminal

Putus Penyebaran Covid-19, Pemohon SIM di Satpas Satlantas Polresta Mojokerto Dibatasi

Pengurusan SIM di Satpas Satlantas Polresta Mojokerto di lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.[Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Satlantas Polresta Mojokerto membatasi jumlah pemohon baik pelayanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) perpanjangan maupun baru. Ini untuk memutus mata rantai dan munculnya kluter baru Covid-19.

Kanit Regident ( KRI) Satlantas Polres Mojokerto, Iptu Dante Anan Irawanto mengatakan, kuota untuk pelayanan pengurusan SIM perpanjangan dan baru dibatasi. “Setiap hari 70 pemohon sampai 80 pemohon sesuai kapasitas. Sampai tutup biasanya, rata-rata 150 pemohon,” ungkapnya, Rabu (10/6/2020).

Kebijakan tersebut dilakukan mengingat evaluasi awal pembukaan Satpas Satlantas Polresta Mojokerto di membludak sehingga banyak pemohon yang dianjurkan kembali ke rumah dan dibatasi agar tidak terjadi antrean di Satpas yang terletak di lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

“Kami sampaikan ke masyarakat selama masa pandemi Covid-19, jika ada SIM yang mati masih bisa dipakai. Ini selama masa covid-19, nanti ada pemberitahuan lebih lanjut. Situasianal, kita sudah sampaikan ke sosial media, dijamin tidak ada ditilang. Tilang tidak boleh,” katanya.

Namun jika masyarakat datang ke Satpas Satlantas Polresta Mojokerto, maka petugas tetap memberikan pelayanan. Di lokasi juga dilakukan protokol kesehatan. “Protokol kesehatan juga sudah kita diterapkan diantaranya physical distancing dan cuci tangan dan pemohon SIM yang datang ke Satpas wajib memakai masker,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar