Hukum & Kriminal

Purnawirawan Polri Meninggal Dibunuh Keponakan Sendiri

Sidoarjo (beritajatim.com) – Happy Prima (23), pemuda yang tinggal di Kavlingan Desa Pamotan Kecamatan Porong, kini menjalani pemeriksaan intensif Satreskrim Polresta Sidoarjo atas kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan terhadap YS pamannya sendiri.

Happy ditangkap oleh anggota Opsnal Satreskrim Polresta Sidoarjo sekitar 4 jam setelah melakukan pembunuhan terhadap purnawirawan Polri tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum terjadinya pembunuhan, Happy mendatangi rumah korban bersama kakaknya. Pelaku tidak terima mendengar jika dirinya dituduh melakukan pencurian di rumah korban, dan pelaku naik pitam.

Pelaku datang didampingi kakaknya ingin menjelaskan kepada korban bahwa jika pelaku tidak melakukan hal tersebut. Pelaku sampai di rumah korban bersama kakaknya Minggu (13/9/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Pelaku dan kakaknya mengetuk pintu dari depan namun tidak dibuka oleh korban. Akhirnya pelaku dan kakaknya lewat pintu belakang rumah korban sambil membawa balok kayu yang berada di samping rumah korban,” kata sumber di kepolisian, Senin (14/9/2020).

Dia menambahkan, setelah masuk pelaku tidak dapat mengendalikan emosi dan langsung memukul dada korban dengan tangan saat korban menonton televisi. “Di dalam rumah sempat cekcok mulut dilanjutkan dengan memukul beberapa kali dengan balok kayu di leher korban,” jelas sumber tersebut.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menjelaskan, motif dari kasus ini, pelaku tidak terima mendengar telah dituduh mencuri uang korban. “Pelaku mengaku kesal atau tidak terima dituduh mencuri uang korban,” tandas mantan kasatreskrim Polres Jombang tersebut.

Dalam kasus ini, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 338 KUHP, tentang dengan sengaja merampas nyawa orang lain, dan terancam pidana penjara paling lama lima belas tahun. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar