Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pura-pura Ambil Uang, Motor Warga Mojokerto Dibawa Kabur

Mojokerto (beritajatim.com) – Ripan Ratii warga Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang diringkus anggota Tim Opsnal Sat Reskrim Polresta Mojokerto. Pelaku berhasil membawa kabur motor korban dengan berpura-pura mengambil uang untuk pembayaran rumah milik saudara korban.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka mengatakan, residivis kasus penipuan ini, diamankan pada, Kamis (14/11/19) sekitar pukul 11.00 WIB. “Modus yang dilakukan pelaku dengan cara berpura-pura membeli rumah di kawasan Jetis, Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Senin (18/11/2019).

Kasat menjelaskan, awalnya pelaku tanpa sengaja bertemu dengan korban di sebuah depo pengisian air. Pelaku berpura-pura mencari rumah untuk dibeli dan korban menawarkan sebuah rumah milik saudara di Jalan Kenongo, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

“Dari situ, pelaku mulai melancarkan aksi penipuan. Korban yang menawarkan rumah saudaranya tersebut berujung dijanjikan pelaku akan dibelinya. Pelaku mengatakan ke korban akan kembali siang hari untuk membahas lebih lanjut perkara pembelian rumah,” jelasnya.

Saat kembali, kata Kasat, pelaku  yang diantar temannya membawa sebuah tas dan amplop berwarna coklat yang dikira oleh korban berisikan uang. Setelah bernegosiasi soal harga, pelaku berkelit jika uang yang dibawanya masih kurang sehingga pelaku berupa-pura meminjam sepeda motor milik korban untuk digunakan mengambil uang.

“Agar korban percaya, amplop berwarna coklat yang dikira oleh korban berisikan uang tersebut sengaja ditinggal untuk mengelabuhi. Namun ternyata sampai malam hari, pelaku yang membawa sepeda motor milik korban tak kunjung kembali. Korban pun curiga dan membuka amplop milik pelaku yang ditinggalkan,” ujarnya.

Tas dan amplop berwarna coklat yang dibawah oleh pelaku saat dibuka korban, lanjut Kasat, hanya berisi lipatan kertas. Pelaku dan barang bukti sepeda motor milik korban, tas dan amplop warna coklat diamankan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, diketahui pelaku merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama.

“Pelaku pernah dikurung dalam kasus yang sama, di Surabaya. Pelaku da  barang bukti sudah kita amankan, pelaku kita jerat dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman di atas tiga tahun penjara,” tegasnya.[tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar