Hukum & Kriminal

Punya Senjata Api Tanpa Izin, 2 Orang Ditangkap Polresta Malang Kota

Polresta Malang Kota menangkap dua pelaku pemilik senjata api.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota menangkap dua orang karena memiliki senjata api tanpa izin. Kedua pelaku adalah Fajrin Putra Ramadhan alias FPR (29) warga Ilir Barat, Palembang, Sumatera Selatan dan Robby Ardiansyah alias RAM (38) warga Kedung Kandang, Kota Malang. Mereka ditangkap pada Kamis (20/8/2020) lalu.

“Awalnya kami terima laporan kasus penipuan dan penggelapan. Setelah memberikan aduan, ternyata korban dan pelaku berencana bertemu di sebuah cafe pagi hari, saat itulah pelaku kami amankan,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, Kamis (27/8/2020).

Leonardus mengungkapkan, saat menggeledah FPR dia membawa senjata api. Dari situlah polisi bergerak menggeledah rumah pelaku. Disana polisi menemukan banyak senjata asli bukan senjata rakitan. FPR mengaku mendapat pasokan senjata api dari FPR.

“Di rumah RAM, polisi berhasil mengamankan dua senpi rakitan dan beberapa amunisi serta perlengkapan militer termasuk baju loreng. Ada juga golok, pisau, karambit, dan amunisi lain. Mengaku untuk jaga diri,” kata Leonardus.

Sementara tersangka RAM mengaku memiliki senjata api untuk koleksi dan bongkar otak-atik senjata api. Sedangkan pakaian militer dan polisi dia membongkar senjata airgun menjadi senjata api yang bisa digunakan dengan amunisi. Senpi hasil bongkaran ini biasa dijual dengan harga sampai Rp5 juta.

“Ini senpi yang kami amankan semuanya masih bisa digunakan atau dioperasikan. Kami masih memburu WW sebagai pemasok senpi dan OC yang berperan mengkonversi senpi. Kedua tersangka kami jerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tandas Leonardus. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar