Hukum & Kriminal

Punya Dokumen BKSDA Jatim, Polsek Tegalsari Lepas Empat Orang Penjual Burung Beo

Surabaya (beritajatim.com) – Petugas kepolisian Polsek Tegalsari memanggil empat orang penjual burung tiong emas atau dikenal Burung Beo. Pemanggilan tersebut dikarenakan petugas mendapati adanya dugaan proses jual beli hewan yang masuk kategori dilindungi ini.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Argia menjelaskan, pemanggilan ini juga bertujuan untuk pemeriksaan. “Kita periksa bagaimana dokumen resminya dan bagaimana data kepemilikan burung dilindungi ini. Secara data semuanya lengkap baik berkas kepemilikan burung sudah resmi,” paparnya kepada beritajatim.com, Sabtu (5/9/2020).

Usai diperiksa dan dimintai keterangan akan berkas legalitas penangkaran burung. Keempat penjual ini pun dilepaskan oleh petugas.

Seperti diketahui Unit Reskrim Polsek Tegalsari telah mengamankan empat pedagang satwa lindung di Pasar Burung Kupang Surabaya, Kamis (3/9/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Keempat pedagang tersebut diantaranya, Yudi, Mudi dan dua pedagang yang belum diketahui identitasnya. Namun setelah diperiksa penyidik, sekitar pukul 22.00 WIB, mereka diperbolehkan pulang.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu I Made Gede Sutayana, membenarkan keempat pedagang tersebut telah dilepas karena tidak terbukti bersalah. Petugas kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terkait kebenaran dan keaslian dokumen penangkaran atau kepemilikan burung dilindungi tersebut.

“Benar ada empat orang penjual memiliki burung jenis tiong emas atau dikenal Burung Beo. Dokumennya lengkap, bisa dicek ke BKSDA Juanda, makanya kami lepas dan memberi pembinaan supaya tidak diperjual belikan,” papar Made.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar