Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Punya Bukti SHM, Warga di Malang Heran PA Malang Terima Gugatan Harta Waris

Erwin Andriyanto Redy pemilik rumah di Perumahan Mangliawan Permai Blok D/12, Desa Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang berdasarkan bukti SHM.

Malang (beritajatim.com) – Kasus gugatan harta waris yang dilakukan oleh Supriyanto, Sukma, Andaru dan Samodra kepada pemilik sah Siti Aminah warga Jalan A Yani, Blimbing, Kota Malang, terus berlanjut. Kini Pemeriksaan Setempat (PS) (Descente) dilakukan oleh Pengadilan Agama Kabupaten Malang, Senin (17/1/2022).

Dua objek yang dilakukan Pemeriksaan Setempat kali ini. Pertama, rumah di Perumahan Mangliawan Permai Blok D/12, Desa Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang milik Erwin Andriyanto Redy. Kedua, rumah di Perumahan Mangliawan Blok D/10, Desa Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang milik Muhammad Alie.

“Saya saat ini adalah pemilik sah atas aset di Perum Mangliawan D/12, dimana bukti kepemilikan sah adalah dokumen SHM yang saya miliki saat ini. Dimana dalam dokumen SHM tersebut pada intinya dituliskan bahwa saya memperoleh aset ini dengan permohonan baru atas tanah negara yang diterbitkan oleh BPN, jadi sudah jelas bukan waris,” kata Erwin.

Erwin bahkan mempertanyakan alasan Pengadilan Agama Kota Malang yang menerima gugatan waris meski sebenarnya penggugat tidak memiliki satu pun surat-surat terkait aset yang diperkarakan. Dia mengaku bingung sebagai pemilik sah dengan bukti SHM justru digugat oleh orang yang tidak memiliki bukti otentik.

“Saya heran bagaimana bisa permohonan kepada tanah negara yang saat ini dengan semua legalitas yang saya miliki kok malah di gugat sebagai kasus waris. Ditambah lagi permohonan dari penggugat diterima oleh Pengadilan Agama Kota Malang, padahal mereka tidak memiliki bukti otentik apapun. Hal ini saya rasa menjadi membingungkan, karena orang yang tidak memiliki bukti otentik bisa menggugat kepada orang yang sah memiliki bukti otentik yang sah. Dan saya bingung hal itu bisa diterima oleh pihak pengadilan,” ujar Erwin.

Sebelumnya, penggugat mengklaim 5 obyek yang dimiliki 4 aset oleh Siti Aminah dan 1 aset milik Erwin Andriyanto sdalah harta waris mendiang Muliin dan mendiang Surati. Para penggugat mengakui tidak meniliki bukti otentik, mereka hanya bermodal belasan saksi sebagai klaim aset itu adalah harta waris.

Lima aset yang disengketakan terdiri dari 4 unit rumah dan sebidang tanah yang dimiliki oleh 3 orang berbeda. Seperti rumah di Jalan Ahmad Yani, Blimbing, Kota Malang, Rumah di Jalan Simpang Borobudur Utara, Lowokwaru, Kota Malang, dan tanah seluas 2.310 meter persegi di Jalan Ikan Tombro, Lowokwaru, Kota Malang ini merupakan milik Siti Aminah.

Lalu rumah di Perumahan Mangliawan Permai Blok D/12, Desa Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang milik Erwin Andriyanto Redy. Rumah di Perumahan Mangliawan Blok D/10, Desa Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang milik Muhammad Alie.

“SHM itu saya ketahui ketika tergugat telah mengajukannya di pengadilan. Dari awal kita memang tidak punya surat, karena surat kepemilikan itu ada di tergugat semua. Kalau kita meyakini bahwa itu harta waris peralihannya tidak sah menurut kita,” tutur Kuasa Hukum penggugat Meftahurrohman.

Sementara itu, Hakim Komisaris Pengadilan Agama Kabupaten Malang Moh Syafruddin mengatakan, bahwa pihaknya hanya diminta bantuan untuk memeriksa obyek oleh Pengadilan Agama Malang. Sedangkan soal gugatan waris yang dilakukan penggugat kepada Siti Aminah selaku pemilik rumah berdasarkan bukti SHM. Dia menyerahkan kepada majelis hakim di Pengadilan Agama Malang.

“Sebenarnya ini bukan perkara kita. Kita hanya diminta bantuan untuk memeriksa obyek. Kita hanya memeriksa obyek saja. Hasil PS akan diserahkan ke Majelis Hakim. Siapapun yang merasa punya hak ya boleh gugat. Masalah nanti terbukti atau tidaknya ya urusannya majelis hakim di persidangan,” tandas Moh Syafruddin. [luc/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar