Hukum & Kriminal

Puluhan Rumah di Perum Puri Maharani Jumputrejo Terancam Eksekusi Pengadilan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sekitar 40 unit rumah di perumahan Puri Maharani Desa Jumputrejo, akan dieksekusi Pengadilan Negeri Sidoarjo. Penghuni atau warga yang menempati perumahan hingga mencapai ratusan orang lebih, bakal mengalami dampak sangat besar jika dipaksakan untuk eksekusi.

Maka dari itu, sebelum dilakukan eksekusi, Forkopimka Sukodono melakukan kordinasi dengan pihak Pemdes untuk menampung aspirasi warga korban penipuan manajemen perumahan Puri Maharani.

Kapolsek Sukodono Iptu Warjiin Krise mengatakan pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Camat Sukodono dan Pemdes Jumputrejo untuk melakukan langkah terbaik bagi kedua belah pihak.

Yakni warga korban penipuan Perumahan Puri Maharani dan pemenang di persidangan yakni Agus Alfian, pemilik lahan atau direktur PT Friska. “Kita akan ambil jalan terbaik, supaya sama-sama tidak ada yang dirugikan,” katanya Selasa (21/7/2020).

Senada dengan Plt Camat Sukodono M. Mahmud, pihaknya akan berusaha mencari jalan yang terbaik. Untuk warga korban penipuan maupun pemilik lahan yakni Agus Alfian. “Keputusan rapat hari ini akan kita ajukan ke Pemkab Sidoarjo dan PN Sidoarjo,” terangnya.

Basuki, salah satu warga perumahan Puri Maharani berharap tidak ada eksekusi. Meskipun keputusan sudah inkrah dimenangkan Agus Alfian, direktur PT. Friska. Pihaknya siap untuk membayar tanah yang sudah didirikan rumah itu. “Kami bersedia membayar tanah tempat rumah kami berdiri ini kepada Pak Agus Alfian,” ungkapnya.

Pada tahun 2012 mulai dilakukan pengurukan sawah yang dilakukan oleh pengembang PT Friska dengan Direktur Agus Alfian yang sekarang dibangun perumahan Puri Maharani.

Di tengah perjalanan, karena sesuatu hal, Agus Alfian pemilik PT Friska menyerahkan pemasaran dan pembangunan perumahan Puri Maharani kepada PT. Puri Maharani yang dikelola Samsu dan kawan-kawan.

Dengan perjanjian awal antara Samsu dan Agus Alfian, pihak Samsu sanggup membayar kepada pihak Agus Alfian dengan cara mengangsur.

Kesepakatan antara kedua belah pihak sudah ditandatangani. Samsu dkk pengelola perumahan Puri Maharani langsung membangun dan memasarkan perumahan Puri Maharani tersebut.

Pada tahun 2015, lahan tersebut sudah terbangun puluhan unit rumah dan sekaligus dipasarkan hingga laku oleh Samsu dan kawan-kawannya. Namun di tengah jalan, pihak Samsu gagal bayar. Karena itu, akhirnya Agus Alfian membuat laporan pidana penipuan ke Polda Jatim pada 28 Desember 2016.

Dan perkara terus berjalan sampai ke pengadilan. Dan Pengadilan Negeri Sidoarjo memutuskan jika lahan tersebut adalah milik Agus Alfian. Dengan begitu Agus Alfian memohon kepada PN untuk mengeksekusi lahan tersebut. Rencananya dalam Minggu ini, perumahan Puri Maharani tersebut akan dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Sidoarjo. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar