Hukum & Kriminal

Puluhan Pasangan Mesum yang Terjaring Melanggar Perbup 20 Tentang Prokes

Malang (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Malang, memanggil 49 orang pasangan mesum yang ketahuan bermalam di Hotel Bounty Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, saat malam pergantian tahun, Senin (4/1/2021) hari ini.

Pemanggilan tersebut, selain untuk mendata, juga sekaligus untuk pengambilan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari 49 pasangan yang sempat disita petugas Satpol PP sebelum dilakukan pembinaan lanjutan.

“Iya mereka ngambil KTP satu per satu dan kami lakukan pembinaan terhadap mereka karena melanggar Peraturan Bupati No. 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Tayanan Normal Baru pada Pandemi Covid-19,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah, Satpol PP Kabupaten Malang, Senin (4/1/2021).

Kata Bowo, 49 orang pasangan tak resmi itu, juga diwajibkan untuk menulis surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Pasalnya, saat tertangkap Operasi Yustisi, puluhan pasangan tersebut tidak menjaga protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak saat beraktifitas di luar rumah.

“Perbuatan yang kami jerat itu adalah terkait melanggar protokol kesehatan yang tertulis pada Perbup No. 20 Tahun 2020 Pasal 5 Ayat 1, yakni terkait penerapan menjaga jarak. Kan mereka tidak menjaga jarak padahal bukan keluarga,” tegas Bowo.

Bowo melanjutkan, 49 orang pasangan tersebut ketahuan lagi melakukan perbuatan tidak senonoh saat operasi yustisi digelar, maka akan ada tindakan lanjutan.

“Kalau ketahuan lagi itu akan disanksi oleh pihak kepolisian. Karena pada Pasal 38 Ayat 4 disebutkan jika ketahuan mengulangi perbuatannya kembali, akan dilimpahkan kepolisian dengan menerapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” papar Bowo.

Bowo pun beraharap 49 pasangan tersebut tidak mengulangi perbuatan lagi dengan bermalam di kamar hotel dengan tidak menjaga jarak. “Ya semoga tidak berbuat seperti itu lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebenarnya terdapat 50 pasangan yang terciduk saat operasi yustisi pada malam tahun baru, Kamis (31/12/2021) lalu.

Namun, karena satu pasangan merupakan pasangan di bawah umur, maka satu pasangan yang berumur 16 tahun dan merupakan siswa SMK itu langsung dipulangkan dengan diantar orang tua masing-masing, tanpa penyitaan KTP. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar